Hadiri Konferensi Internasional di Arab Saudi, KH Cholil Nafis Paparkan Islam Moderat
Minggu, 13 Agustus 2023 - 22:51 WIB
loading...
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat KH Cholil Nafis menghadiri Konferensi Internasional tentang Konsolidasi dan Koordinasi Tokoh Umat Islam di Mekkah, Arab Saudi. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis menghadiri Konferensi Internasional tentang Konsolidasi dan Koordinasi Tokoh Umat Islam di Mekkah, Arab Saudi. Acara yang dibuka Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi ini dihadiri 83 negara, para ulama, mufti, dan da’i internasional.
”Pembahasan utama tentang merekatkan persatuan umat Islam di seluruh dunia atas asas keagamaan Islam yang moderat (wasathi), toleran dan inklusif,” ujarnya, Minggu (13/8/2023).
Menurut Kiai Cholil, tema dalam pertemuan tersebut diulas sedari awal pembukaan oleh para ulama agar bisa menyelaraskan antara ajaran Islam yang ideal dan kenyataan umat yang penuh dinamika. Kiai Cholil menilai, persoalan yang muncul di masyarakat hingga memicu perpecahan akibat fanatik buta terhadap golongannnya sendiri dan terkadang disertai dengan mengkafirkan kelompok lain yang berbeda pendapat. “Pemahaman seperti ini, agama menjadi malapetaka karena kesalahan dalam memahami teks agama,” ujarnya.
Baca juga: MUI Sebut Kelompok Taliban ke Indonesia Ingin Belajar Islam Wasathiyah
Kiai Cholil menyebut, pada sessi kedua konferensi internasional diulas juga tentang kenyataan dan harapan hubungan antara dunia Islam dan Kerajaan Arab Saudi. Bahkan peserta dipersilakan untuk mengajukan kritik sebagai harapan dan upaya memperbaiki hubungan dan memperkuat kerja sama antar lembaga keumatan dan kemasyarakatan umat di dunia Islam. Sedangkan di sesi lainnya, kata Kiai Cholil, mendiskusikan tentang wasathiyatul Islam secara konsepsional dan praktiknya di beberapa negara.
”Pembahasan utama tentang merekatkan persatuan umat Islam di seluruh dunia atas asas keagamaan Islam yang moderat (wasathi), toleran dan inklusif,” ujarnya, Minggu (13/8/2023).
Menurut Kiai Cholil, tema dalam pertemuan tersebut diulas sedari awal pembukaan oleh para ulama agar bisa menyelaraskan antara ajaran Islam yang ideal dan kenyataan umat yang penuh dinamika. Kiai Cholil menilai, persoalan yang muncul di masyarakat hingga memicu perpecahan akibat fanatik buta terhadap golongannnya sendiri dan terkadang disertai dengan mengkafirkan kelompok lain yang berbeda pendapat. “Pemahaman seperti ini, agama menjadi malapetaka karena kesalahan dalam memahami teks agama,” ujarnya.
Baca juga: MUI Sebut Kelompok Taliban ke Indonesia Ingin Belajar Islam Wasathiyah
Kiai Cholil menyebut, pada sessi kedua konferensi internasional diulas juga tentang kenyataan dan harapan hubungan antara dunia Islam dan Kerajaan Arab Saudi. Bahkan peserta dipersilakan untuk mengajukan kritik sebagai harapan dan upaya memperbaiki hubungan dan memperkuat kerja sama antar lembaga keumatan dan kemasyarakatan umat di dunia Islam. Sedangkan di sesi lainnya, kata Kiai Cholil, mendiskusikan tentang wasathiyatul Islam secara konsepsional dan praktiknya di beberapa negara.
Lihat Juga :