Jadi Pejabat Publik, Ganjar Akui Banyak Waktu Bersama Keluarga Harus Dikorbankan
Minggu, 13 Agustus 2023 - 11:15 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah sekaligus Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo mengakui banyak waktu bersama keluarga yang harus dikorbankan, Minggu (13/8/2023). Foto/Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah sekaligus Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo mengakui banyak waktu bersama keluarga yang harus dikorbankan. Hal itu kata Ganjar, karena harus menjadi pejabat publik.
Pandangan ini diutarakan Ganjar sekaligus menjawab pertanyaan puteranya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar. Dalam kesempatan bermain catur bareng sang ayah, Alam bertanya mengenai perasaan Ganjar terkait banyak waktunya yang tersita lantaran menjadi pejabat publik.
"Nah Itu yang berat. Tapi ayah pernah sampaikan ke Bunda. Awal-awal dulu sejak di DPR, ayah sampaikan, ketika kita berada pada jabatan publik pasti akan tersita, pasti akan terbagi," kata Ganjar dikutip dari channel YouTube pribadinya, Minggu (13/8/2023).
Ganjar turut memberikan pengertian kepada anak dan istrinya jika langkah yang telah diambil ini tentu memiliki risiko, salah satunya mengorbankan momen kebersamaan keluarga apabila sedang menjalankan tugas-tugasnya sebagai pejabat publik.
"Apalagi ketika ngurusnya itu rakyat, kalau ngurusnya rakyat itu enggak boleh main-main. Maka kadang-kadang ya harus berkorban keluarga," ujarnya.
Pandangan ini diutarakan Ganjar sekaligus menjawab pertanyaan puteranya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar. Dalam kesempatan bermain catur bareng sang ayah, Alam bertanya mengenai perasaan Ganjar terkait banyak waktunya yang tersita lantaran menjadi pejabat publik.
"Nah Itu yang berat. Tapi ayah pernah sampaikan ke Bunda. Awal-awal dulu sejak di DPR, ayah sampaikan, ketika kita berada pada jabatan publik pasti akan tersita, pasti akan terbagi," kata Ganjar dikutip dari channel YouTube pribadinya, Minggu (13/8/2023).
Ganjar turut memberikan pengertian kepada anak dan istrinya jika langkah yang telah diambil ini tentu memiliki risiko, salah satunya mengorbankan momen kebersamaan keluarga apabila sedang menjalankan tugas-tugasnya sebagai pejabat publik.
"Apalagi ketika ngurusnya itu rakyat, kalau ngurusnya rakyat itu enggak boleh main-main. Maka kadang-kadang ya harus berkorban keluarga," ujarnya.
Lihat Juga :