Hasto: Paradigma Pembangunan Harus Kembali ke Konsep Maritim

Sabtu, 12 Agustus 2023 - 17:58 WIB
loading...
A A A
Di sisi lain, Hasto juga mencontohkan Prof Ali Zum dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menemukan benih unggul kedelai yang mampu berproduksi 4,5 ton per hektare yang angkanya di atas produksi Amerika Serikat. Menurut Hasto, keran impor kedelai Indonesia bisa ditutup apabila benih unggul ini ditanam di 1,1 juta hektare.

"Kita impor kedelai Rp50 triliun per tahun. Kenapa kita tidak berdikari? Maka jalan kemajuan Indonesia Raya artinya dengan cara pandang geopolitik, dengan iptek, dengan self reliance yang menjadi spirit 17 Agustus 1945. Kita harus menjadi negara yang berproduksi terutama dalam hal pangan, energi, kita harus berdaulat. Itu yang harus kita lakukan dan kita menatap ke laut sehingga perencanaan SDM strategis bagi kejayaan Indonesia kita itu bisa dilakukan ketika melihat koridor-koridor strategis yang menjadikan laut sebagai jalan kemajuan kita. Kita harus mampu menghasikan ahli kalautan, peternakan, membesarkan benur untuk ekspor ke luar negeri," kata Hasto.

Di ujung paparannya, Hasto kembali mengingatkan betapa pentingnya mengilhami semangat Proklamasi. "Proklamasi mengajarkan kita untuk meletakkan nasib bangsa di tangan kita sendiri. Dikit-dikit impor dan asing, mengkhianati semangat reformasi. Kuncinya kuasai riset dan inovasi," katanya.

Sementara itu, Prof Ermaya menyampaikan Bung Karno merupakan pemimpin berkelas dunia yang lahir di Indonesia. Pemikiran Bung Karno sangat besar, seperti contoh menggagas Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang menyusun konsep bagaimana negara kita maju.

"Tahun 2045 itu sebagai bagian dari pemikiran perspektif Bung Karno. Kalau kita telaah tentang sejarah bangsa kita, Bung Karno sudah memikirkan bagaimana Indonesia memimpin dunia dengan Konferensi Asia Afrika dan seterusnya. Oleh karena itu, cara pandang yang beliau sampaikan sebenarnya harus cara pandang pada pijakan national character building kita, pada pijakan kita, itu ada di negara kita bukan negara lain. Kita boleh ambil teori-teori politik krisis dunia, tetapi kita juga harus melihat cara pandang geopolitik dunia itu dari bangsa kita sendiri pada pijakan dasar-dasar yang sangat melandasi cara berpikir kita," ucap Ermaya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, PDIP Dukung Proses Hukum Berkeadilan
Bambang Pacul PDIP Kritik...
Bambang Pacul PDIP Kritik Pemerintah Utus Ketua MPR Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Andalkan Jokowi, PSI...
Andalkan Jokowi, PSI Diprediksi Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
PDIP Balas PSI yang...
PDIP Balas PSI yang Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah': Jangan Terlalu Sombong!
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Rekomendasi
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Berita Terkini
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved