Nadiem Sudah Minta Maaf, Muhaimin Minta Muhammadiyah-NU Merespons

Rabu, 29 Juli 2020 - 17:46 WIB
loading...
Nadiem Sudah Minta Maaf,...
Foto/ist
A A A
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah menyampaikan permintaan maafnya atas polemik Program Organisasi Penggerak (POP). Nadiem juga meminta agar Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan PGRI kembali mengikuti POP untuk membantu reformasi pendidikan nasional.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengimbau agar NU dan Muhammadiyah pun segera menyambut baik itikad Nadiem tersebut. "Saya kira ini langkah positif Pak Mendikbud yang harus disambut baik juga oleh NU dan Muhammadiyah," ujar Muhaimin di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

(Baca: Ini Sikap Muhammadiyah soal POP Setelah Didatangi Menteri Nadiem)

Menurut dia, Muhammadiyah dan NU harus membantu pemerintah, khususnya Kemendikbud, terlebih di masa pandemi saat ini. Sebagai contoh, Muhaimin menyebutkan persoalan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang sampai sekarang belum ada solusinya, terutama di desa-desa. Padahal situasi ini membutuhkan tidak hanya terobosan, tapi harus dilakukan dengan cepat.

"Ini sangat tidak efektif. Pendidikan melalui jarak jauh ini tidak efektif bagi kalangan menengah bawah, tapi menengah atas efektif. Saya khawatir ini nanti akan terjadi lost generation, kualitas pendidikan kita menurun," tuturnya.

(Baca: Mendikbud Minta Maaf, PBNU: Itu Sikap Kesatria, Jangan Diulangi)

Muhaimin mendesak Mendikbud untuk melibatkan masjid, gereja, dan tokoh-tokoh agama. Rencana Kemendikbud untuk membuka kembali belajar mengajar secara tatap muka pada Januari 2021 dianggapnya terlalu lama. Karena itu, harus ada terobosan cepat dengan memanfaatkan masjid, gereja serta para tokoh agama. "Terutama kalangan menengah bawah sudah menyerah," tuturnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Namanya Disebut dalam...
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Yang Saya Tahu Pak Nadiem Orang Baik
Kasus Chromebook Dinilai...
Kasus Chromebook Dinilai Janggal, Kuasa Hukum Sebut Nadiem Makarim Dikriminalisasi
Respons Pleidoi Nadiem,...
Respons Pleidoi Nadiem, Jaksa: Tidak Berdasarkan Fakta Persidangan
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Bacakan Pleidoi, Nadiem:...
Bacakan Pleidoi, Nadiem: Proyek Chrome Hemat Negara Rp3,9 Triliun, Bukan Merugikan
Nadiem Bacakan Pledoi:...
Nadiem Bacakan Pledoi: Usai Terima Bintang Mahaputra Adipradana Dihadiahi Jeruji Besi
Iduladha 1447 Hijriah,...
Iduladha 1447 Hijriah, PW ISNU Aceh Salurkan Hewan Kurban ke Tiga Kabupaten-Kota
Percayakan Pemotongan...
Percayakan Pemotongan Hewan Kurban ke Dharma Jaya, PWNU DKI Jakarta: Lebih Higienis
PCNU Cirebon Ajukan...
PCNU Cirebon Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Rekomendasi
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved