Bangun Kesiapsiagaan Digital Cegah Penyebaran Paham Radikal di Medsos
Rabu, 09 Agustus 2023 - 02:30 WIB
loading...
Media sosial menjadi tempat subur bagi narasi intoleransi dan ujaran kebencian, terutama menjelang tahun politik. FOTO ILUSTRASI/IST
A
A
A
JAKARTA - Media sosial menjadi tempat subur bagi narasi intoleransi dan ujaran kebencian, terutama menjelang tahun politik. Karena itu membangun kesiapsiagaan digital dalam bentuk daya tangkal yang kuat, deteksi dini, dan resistensi terhadap konten radikalisme di media sosial sangat penting untuk ditanamkan kepada generasi bangsa.
Hal ini disampaikan konsultan komunikasi dan pakar media sosial, Rulli Nasrullah dalam keterangan tertulis, Selasa (8/8/2023). Menurutnya, media sosial menjadi ladang penyebaran radikalisasi berjubah agama. Buktinya, banyak terjadi self radicalization di internet yang menimbulkan bibit lone wolf teroris yang berbahaya bagi bangsa dan negara.
Selain itu, Rulli mengungkap fenomena yang dapat merubah perilaku di media sosial. Kasus penipuan, radikalisme, dan terorisme dilakukan dengan pendekatan persuasif, bukan hard selling. Ketika pengguna sudah merasa nyaman, maka ditanamkanlah ide, video dan pendekatan secara perlahan.
Baca juga: Utamakan Akal Sehat, Kunci Selamat dari Bias Informasi di Era Digital
"Setelah itu next step-nya dimasukkan dalam grup-grup diskusi seperti WhatsApp, Telegram atau messaging yang lain, dan kemudian informasi yang lebih personal," ucap Kang Arul, sapaan Rulli Nasrullah di Jakarta.
Hal ini disampaikan konsultan komunikasi dan pakar media sosial, Rulli Nasrullah dalam keterangan tertulis, Selasa (8/8/2023). Menurutnya, media sosial menjadi ladang penyebaran radikalisasi berjubah agama. Buktinya, banyak terjadi self radicalization di internet yang menimbulkan bibit lone wolf teroris yang berbahaya bagi bangsa dan negara.
Selain itu, Rulli mengungkap fenomena yang dapat merubah perilaku di media sosial. Kasus penipuan, radikalisme, dan terorisme dilakukan dengan pendekatan persuasif, bukan hard selling. Ketika pengguna sudah merasa nyaman, maka ditanamkanlah ide, video dan pendekatan secara perlahan.
Baca juga: Utamakan Akal Sehat, Kunci Selamat dari Bias Informasi di Era Digital
"Setelah itu next step-nya dimasukkan dalam grup-grup diskusi seperti WhatsApp, Telegram atau messaging yang lain, dan kemudian informasi yang lebih personal," ucap Kang Arul, sapaan Rulli Nasrullah di Jakarta.
Lihat Juga :