Megawati Minta Peneliti BRIN Bekerja Keras dan Tak Banyak Mengeluh
Senin, 07 Agustus 2023 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Megawati Tinjau Kawasan Sains dan Teknologi di Tabanan Bali
Megawati juga mengingatkan bahwa semangat para pejuang kemerdekaan bangsa itu harusnya dihidupi oleh orang Indonesia saat ini, khususnya para peneliti. Motivasi itu ia sampaikan bukan agar nama dirinya sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN menjadi harum. Ataupun untuk demi kepentingan material, mendapatkan harta dari BRIN. Tapi melainkan untuk Indonesia.
“Kalian belum apa-apa hanya mikirin berapa duitnya, berapa ini-nya. Saya mengerti itu perlu, tapi ada yang lebih penting, untuk apa? Yakni bakti kalian pada negara dan bangsa,” lanjutnya.
Megawati menceritakan kembali bagaimana sejarah BRIN. Berawal dari diskusi-diskusi dirinya sejak Jokowi menjadi presiden di 2014. “Beliau bertanya gampang. Ibu, kenapa research kita amburadul? Jangan nanya saya, saya bilang. Tanya aja sama para pejabat yang ada di pemerintahan Anda, satu. Yang kedua, lalu kalau menurut Ibu sebaiknya bagaimana? Ini betul mau dengerin saya. Itu dari Pak Jokowi sejak periode satu, loh,” kata Megawati.
Dia pun menceritakan, bagaimana pengalamannya saat di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, peternakan, perkebunan, transmigrasi serta lingkungan hidup. “Saya sendiri mengalami secara praktis lapangan memang amburadul. Nah, jadi saya hanya bilang ke beliau, kalau (lembaga riset) tidak disatukan Pak, boro-boro Indonesia mau maju, karena apa? Egosentris daripada researcher itu berkembang, karena mereka berada di tempat masing-masing, lain-lain. Padahal dengan ilmu yang sama,” ungkap Megawati.
“Karena beliau baru mengerti, coba bapak lihatlah di kementerian, banyak litbang-litbang saling tumpuk. Saya pernah presiden loh, Saya pernah wapres, lho. Saya ingin mengubah itu tapi hanya 3 tahun saya jadi presiden. Jadi, Bapak Jokowi yang harus mengubah. Jadi usul ibu apa? Jadi satu bentuk lembaga. Bentuknya apa? Harus sebuah badan yang langsung ke presiden,” beber Megawati.
Megawati juga mengingatkan bahwa semangat para pejuang kemerdekaan bangsa itu harusnya dihidupi oleh orang Indonesia saat ini, khususnya para peneliti. Motivasi itu ia sampaikan bukan agar nama dirinya sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN menjadi harum. Ataupun untuk demi kepentingan material, mendapatkan harta dari BRIN. Tapi melainkan untuk Indonesia.
“Kalian belum apa-apa hanya mikirin berapa duitnya, berapa ini-nya. Saya mengerti itu perlu, tapi ada yang lebih penting, untuk apa? Yakni bakti kalian pada negara dan bangsa,” lanjutnya.
Megawati menceritakan kembali bagaimana sejarah BRIN. Berawal dari diskusi-diskusi dirinya sejak Jokowi menjadi presiden di 2014. “Beliau bertanya gampang. Ibu, kenapa research kita amburadul? Jangan nanya saya, saya bilang. Tanya aja sama para pejabat yang ada di pemerintahan Anda, satu. Yang kedua, lalu kalau menurut Ibu sebaiknya bagaimana? Ini betul mau dengerin saya. Itu dari Pak Jokowi sejak periode satu, loh,” kata Megawati.
Dia pun menceritakan, bagaimana pengalamannya saat di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, peternakan, perkebunan, transmigrasi serta lingkungan hidup. “Saya sendiri mengalami secara praktis lapangan memang amburadul. Nah, jadi saya hanya bilang ke beliau, kalau (lembaga riset) tidak disatukan Pak, boro-boro Indonesia mau maju, karena apa? Egosentris daripada researcher itu berkembang, karena mereka berada di tempat masing-masing, lain-lain. Padahal dengan ilmu yang sama,” ungkap Megawati.
“Karena beliau baru mengerti, coba bapak lihatlah di kementerian, banyak litbang-litbang saling tumpuk. Saya pernah presiden loh, Saya pernah wapres, lho. Saya ingin mengubah itu tapi hanya 3 tahun saya jadi presiden. Jadi, Bapak Jokowi yang harus mengubah. Jadi usul ibu apa? Jadi satu bentuk lembaga. Bentuknya apa? Harus sebuah badan yang langsung ke presiden,” beber Megawati.
Lihat Juga :