Buka Hotline 119, Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Malu Konsultasikan Kesehatan Jiwa
Rabu, 29 Juli 2020 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
Lebih dari itu, Fidian mengingatkan bahwa kesehatan jiwa bagian dari yang tidak terpisahkan dari kesehatan itu sendiri. Karena, definisi kesehatan itu adalah fisik, mental, spiritual dan sosial. Jadi kalau ditanya apakah kamu sehat maka keempat aspek itu harus terpenuhi.
Kedua, lakukanlah upaya promotif preventif dengan cara sederhana, misalnya saat COVID-19 anak belajar daring lalu, kalau sudah ada emosi dari orang tuanya atau dari manapun segera telepon ke 119 extension 8 dan berbagi cerita. “Berbagi Kesehatan jiwa itu tidak menunjukkan kelemahan dan identik dengan orang gila, itu yang harus dihapus, bahwa berhubungan psikolog, berhubungan dengan psikiater, berhubungan konselor adalah dalam rangka melakukan upaya promotif, preventif agar jangan menjadi orang dengan gangguan jiwa,” tegasnya.
Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk sadar bahwa jiwa adalah bagian integral, budayakan untuk segera mencari pertolongan mental sebagai upaya promotif preventif kesehatan jiwa. Untuk gejala fisik masyarakat sudah semakin sadar, tetapi belum untuk kesehatan jiwa. Dan puskesmas merupakan tempat yang tepat dijadikan upaya preventif promotif terhadap kesehatan jiwa sebelum terlambat, karena kalau sudah masuk RSJ itu sudah terlambat. (Baca juga: Bangkit dari Pandemi, Kepala Daerah Bikin Akselerasi )
“Menuju ke arah sana keluarga harus memahami bagaimana memberikan bekal kepada anggota keluarganya, kalau orang tua bekali dengan parenting skill, setiap anak belajar bagaimana tumbuh kembang sebagai anak yang tangguh, remaja yang tangguh, kkarakter yang tanggunh menjadi orang bisa menjalankan apa yang menjadi potensinya sesuai anugrah Tuhan. Karena masing-masing kita punya kecerdasan yang berbeda,” tandasnya.
Kedua, lakukanlah upaya promotif preventif dengan cara sederhana, misalnya saat COVID-19 anak belajar daring lalu, kalau sudah ada emosi dari orang tuanya atau dari manapun segera telepon ke 119 extension 8 dan berbagi cerita. “Berbagi Kesehatan jiwa itu tidak menunjukkan kelemahan dan identik dengan orang gila, itu yang harus dihapus, bahwa berhubungan psikolog, berhubungan dengan psikiater, berhubungan konselor adalah dalam rangka melakukan upaya promotif, preventif agar jangan menjadi orang dengan gangguan jiwa,” tegasnya.
Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk sadar bahwa jiwa adalah bagian integral, budayakan untuk segera mencari pertolongan mental sebagai upaya promotif preventif kesehatan jiwa. Untuk gejala fisik masyarakat sudah semakin sadar, tetapi belum untuk kesehatan jiwa. Dan puskesmas merupakan tempat yang tepat dijadikan upaya preventif promotif terhadap kesehatan jiwa sebelum terlambat, karena kalau sudah masuk RSJ itu sudah terlambat. (Baca juga: Bangkit dari Pandemi, Kepala Daerah Bikin Akselerasi )
“Menuju ke arah sana keluarga harus memahami bagaimana memberikan bekal kepada anggota keluarganya, kalau orang tua bekali dengan parenting skill, setiap anak belajar bagaimana tumbuh kembang sebagai anak yang tangguh, remaja yang tangguh, kkarakter yang tanggunh menjadi orang bisa menjalankan apa yang menjadi potensinya sesuai anugrah Tuhan. Karena masing-masing kita punya kecerdasan yang berbeda,” tandasnya.
(kri)
Lihat Juga :