Anggota DPR Ini Ungkap Alasan Perempuan Enggan Berpolitik
Kamis, 03 Agustus 2023 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, Himma mendorong agar muncul aturan atau sistem yang memudahkan bagi perempuan berkualitas untuk masuk ke dunia politik. Sebab, sangat disayangkan apabila SDM perempuan yang tinggi serta diikuti gagasan ide yang baik membangun bangsa tapi tidak dilibatkan. Semestinya negara bisa memberikan akses yang secara khusus kepada perempuan-perempuan yang ingin berjuang di jalur politik.
"Inilah makanya kita perlu menjaring, terutama juga dari partai. Partai politik juga harus memberikan kesempatan kepada perempuan untuk bisa menempati posisi-posisi kursi dalam pemilihan yang mungkin, kalau sistem terbuka mungkin ya kita bisa bersaing, tapi misalnya kalau sistem tertutup kan juga mungkin harus menempatkan perempuan dalam posisi yang atas, tentunya perempuan-perempuan yang sudah terseleksi," katanya.
Politikus Gerindra ini menambahkan, upaya pemerintah Indonesia mengadopsi keterwakilan perempuan di parlemen dan di partai sebesar 30% sudah baik. Sayang dalam kenyataan masih jauh dari harapan.
"Ternyata meskipun kita sudah 30%, keterpilihan kita belum mencapai maksimum itu, masih sekitar 21% implementasinya. Karena Indonesia termasuk negara yang berada di 110 posisinya di antara 193 negara yang masih 21% keterwakilan perempuan dalam politik," katanya.
"Inilah makanya kita perlu menjaring, terutama juga dari partai. Partai politik juga harus memberikan kesempatan kepada perempuan untuk bisa menempati posisi-posisi kursi dalam pemilihan yang mungkin, kalau sistem terbuka mungkin ya kita bisa bersaing, tapi misalnya kalau sistem tertutup kan juga mungkin harus menempatkan perempuan dalam posisi yang atas, tentunya perempuan-perempuan yang sudah terseleksi," katanya.
Politikus Gerindra ini menambahkan, upaya pemerintah Indonesia mengadopsi keterwakilan perempuan di parlemen dan di partai sebesar 30% sudah baik. Sayang dalam kenyataan masih jauh dari harapan.
"Ternyata meskipun kita sudah 30%, keterpilihan kita belum mencapai maksimum itu, masih sekitar 21% implementasinya. Karena Indonesia termasuk negara yang berada di 110 posisinya di antara 193 negara yang masih 21% keterwakilan perempuan dalam politik," katanya.
(abd)
Lihat Juga :