Tiga Hal Ini Dinilai Efektif Cegah Radikalisme

Kamis, 03 Agustus 2023 - 16:52 WIB
loading...
Tiga Hal Ini Dinilai...
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Di tengah membeludaknya arus informasi, kemampuan berpikir kritis dan logis mutlak dimiliki untuk mencerna dan menyimpulkan konten yang bertebaran, khususnya di dunia maya. Dengan mengedepankan nalar, isu-isu yang bisa memicu polarisasi bisa dihadapi dengan santai dan menciptakan iklim kondusif saat berselancar di internet.

Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho menjelaskan, saat ini media sosial dianggap menjadi saluran utama informasi bagi masyarakat. Perubahan perilaku masyarakat yang semakin sering mengonsumsi informasi melalui media sosial membawa fenomena unintended consequences atau akibat yang sebelumnya tidak diperkirakan.

"Logikanya, seharusnya kalau orang mengakses media sosial, akses informasi menjadi tidak terbatas. Dan pada akhirnya bisa memiliki wawasan yang luas dan mampu melihat dari berbagai perspektif. Tetapi faktanya tidak demikian, justru yang terjadi malah sebaliknya," kata Septiaji di Jakarta, Kamis (3/8/2023).

Ketika suatu konten berisi muatan yang eksploitatif, dan berasal dari kalangan yang punya latar belakang radikalisme, maka bisa dianggap mereka sedang menebar perangkap pemikiran agar siapapun yang membaca bisa terhasut.

"Di situlah terjadi radikalisasi terhadap masyarakat, yang semangatnya sedang tinggi tetapi karena tidak punya latar belakang agama yang kuat, sehingga kemudian rentan termakan dengan narasi atau kemasan kaum radikal di media sosial. Pengusung radikalisme sangat pandai membentuk citra perjuangannya, baik dari sisi visual maupun diksi," kata Septiaji.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Technische Universitaet Muenchen ini menambahkan, ketika orang sudah merasa nyaman dan menganggap seolah telah menemukan jalannya, maka dia kemudian menutup diri dari informasi-informasi yang lain. Di situlah proses radikalisasi terjadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tanpa Somasi, Sarwendah...
Tanpa Somasi, Sarwendah Laporkan Akun Media Sosial yang Diduga Cemarkan Nama Baik
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Rekomendasi
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Berita Terkini
Daftar Kapolda Baru...
Daftar Kapolda Baru yang Dilantik Kapolri pada Juli 2026, Ada Irjen Pipit Rismanto
Penyebaran Budaya LGBT...
Penyebaran Budaya LGBT Ancaman Negara Nonmiliter, Ada di Perpres yang Diteken Prabowo
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved