alexa snippet

Pemerintah Diminta Tak Emosional Sikapi Kritik Aktivis

Pemerintah Diminta Tak Emosional Sikapi Kritik Aktivis
Gaya kepolisian menangkap aktivis terkait tuduhan makar dan penyebaran kebencian dinilai tidak selaras dengan era kebebasan menyatakan pendapat. Ilustrasi (istimewa)
A+ A-
JAKARTA - Langkah kepolisian melakukan penangkapan terhadap tokoh dan aktivis yang diduga berencana menggulingkan pemerintah (makar) dan penyebaran ujaraan kebencian dikritik.

Tidak hanya melakuan penangkapan, belakangan polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap aktivis. Sebut saja mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Beni Pramula yang diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar.

Wakil Sekretaris Jenderal Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Manimbang Kahariady menilai rangkaian penangkapan dan pemeriksaan terhadap aktivis tidak selaras dengan era kekebasan berbicara dan berpendapat di muka umum. 

"Langkah itu mendegradasi demokrasi," kata Manimbang kepada SINDOnews, Sabtu (17/12/2016). (Baca juga: Polisi Resmi Tahan Sri Bintang dan Dua Aktivis Lain)

Menurut dia, penangkapan sejumlah aktivis dan tokoh tidak proporsional. Apalagi, penangkapan dilakukan di tengah gelombang protes masyarakat terrkait proses hukum kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Pemerintah harus proporsional, tidak emosional," kata Manimbang. (Baca juga: Takut Provokasi di Medsos, Polisi Tangkapi Aktivis Dini Hari)



(dam)
loading gif
Top