Cerita Titik Terendah Anies Baswedan, Kehilangan Adik dan Pandemi Covid-19
Minggu, 30 Juli 2023 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
Anies pun mengungkapkan, hal tersebut menjadi titik terendah dalam hidupnya. Ia merasa mengalami benturan psikologis yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
"Bayangkan jalan sama-sama, pergi sama-sama dari Yogya, bertiga sama adik saya. Pas sampai situ saya mau menjemput saudara pulang haji waktu itu. Lalu pulang dari sana itu adiknya hilang, tanpa pernah ada kesiapan. Jadi satu itu satu masa ketika saya pulang ke Yogja itu, kaya kosong. masuk kamar adik, enggak ada," tuturnya.
"Jadi satu periode kelas 3 SD saya merasakan yang disebut kehilangan dalam arti sesungguhnya dan di situ saya baru pertama kali mengerti apa itu mati, apa itu meninggal, dan tidak pernah ketemu lagi," sambungnya.
Mantan Mendikbud itu pun menceritakan, bagaimana ia bisa bangkit dari keterpurukan. Ia mengatakan, peran dari seorang ibu lah yang menjadikannya kuat hingga saat ini.
"Lalu bagaimana kemudian bangkit ini yang menarik, yang membantu saya melewati ini semua itu ibu, kan ibu yang paling kehilangan dalam proses ini, dan pelan-pelan diajak berbicara satu satu, itu butuh waktu personal di dalam perjalanan hidup," ungkapnya.
"Bayangkan jalan sama-sama, pergi sama-sama dari Yogya, bertiga sama adik saya. Pas sampai situ saya mau menjemput saudara pulang haji waktu itu. Lalu pulang dari sana itu adiknya hilang, tanpa pernah ada kesiapan. Jadi satu itu satu masa ketika saya pulang ke Yogja itu, kaya kosong. masuk kamar adik, enggak ada," tuturnya.
"Jadi satu periode kelas 3 SD saya merasakan yang disebut kehilangan dalam arti sesungguhnya dan di situ saya baru pertama kali mengerti apa itu mati, apa itu meninggal, dan tidak pernah ketemu lagi," sambungnya.
Mantan Mendikbud itu pun menceritakan, bagaimana ia bisa bangkit dari keterpurukan. Ia mengatakan, peran dari seorang ibu lah yang menjadikannya kuat hingga saat ini.
"Lalu bagaimana kemudian bangkit ini yang menarik, yang membantu saya melewati ini semua itu ibu, kan ibu yang paling kehilangan dalam proses ini, dan pelan-pelan diajak berbicara satu satu, itu butuh waktu personal di dalam perjalanan hidup," ungkapnya.
Lihat Juga :