alexametrics

Menaker Pastikan Negara Jamin Hak-hak Pekerja Migran

loading...
Menaker Pastikan Negara Jamin Hak-hak Pekerja Migran
Para mantan dan calon pekerja migran berfoto bersama dengan Menaker Hanif Dhakiri (tengah) di ruang Tri Dharma, Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (15/12/2016). Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Menjadi pekerja migran merupakan hak tiap warga negara. Tugas negara adalah menjamin warga mendapatkan hak secara baik, termasuk nasib pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.

”Pemerintah terus memperbaiki regulasi, melindungi, memberi pelatihan, membantu menempatkan secara murah dan transparan, memberikan informasi lowongan, serta menjamin hak pekerja migran lainnya,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri di hadapan sekitar 500 mantan dan calon pekerja migran di ruang Tri Dharma, Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (15/12/2016) dalam rilis yang diterima SINDOnews.

Para mantan dan calon TKI ini berkumpul untuk memperingati hari pekerja migran internasional (migrant day) yang jatuh tiap 18 Desember. Mereka berkumpul untuk bersyukur dan berdoa. Setelah berdoa serta potong tumpeng, mereka bernyanyi dan berfoto selfie bersama Hanif. Mereka juga memberikan kenang-kenangan bunga dan karikatur kepada Menaker.

Hanif mengaku, sebagai anak mantan pekerja migran dia memiliki ikatan batin dengan pekerja migran. Dia faham bagaimana pengorbanan dan perjuangan TKI di luar negeri. Dia pun berjanji untuk senantiasa memperhatikan nasib dan kesejahteraan buruh migran Indonesia.

Dalam acara ini, Hanif mengimbau para pekerja migran mengikuti pelatihan ketrampilan kerja, mempelajari budaya dan bahasa negara tujuan sebelum berangkat. ”Penguasaan ketrampilan, memahami budaya dan bahasa akan mengurangi risiko kerja,” ujarnya.

Di sisi lain, Hanif mengancam menindak tegas dan mencabut izin pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) atau perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang merugikan pekerja migran.

Nur Aini, salah satu pekerja migran asal Lampung Timur memilih bekerja di luar negeri karena ingin memperbaiki nasib keluarga. Sebelumnya Nur bekerja di Singapura dan kini bersiap berangkat ke Taiwan. ”Alhamdulillah sudah bisa beli tanah, bangun rumah, dan menyekolahkan anak,” ujarnya.

Sementara Asyadani, wanita asal Lombok Tengah tertarik bekerja di luar negeri karena melihat keberhasilan tetangganya. Dia kini bersiap bekerja di Brunei Darussalam.
(poe)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top