KPK Bentuk Tim Usut Dugaan Korupsi Proyek Toilet Rp98,6 Miliar di Bekasi
Selasa, 25 Juli 2023 - 10:28 WIB
loading...
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim untuk mengusut dugaan korupsi proyek pembangunan toilet mewah sekolah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim untuk mengusut dugaan korupsi proyek pembangunan toilet mewah sekolah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pasalnya, toilet mewah untuk sekolah tersebut dibangun di banyak titik daerah Kabupaten Bekasi.
"Sekarang ini kita sedang membentuk timnya, karena ini kan ada 488 titik dan itu tersebar di seluruh Bekasi, ada sekitar 20 berapa kecamatan gitu," ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur saat dikonfirmasi, Selasa (25/7/2023).
Baca juga: KPK Telusuri Dugaan Uang Rafael Alun Mengalir untuk Modal Bisnis Panti Pijat
Asep menjelaskan saat ini pihaknya sedang fokus menghitung kerugian keuangan negara dari proyek pembangunan toilet mewah untuk sekolah di Bekasi. KPK berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Tentunya juga untuk melakukan penghitungan kerugian negara itu harus betul-betul fiks, kenapa? Karena masing-masing toilet itu ada perbedaan yang satu dengan yang lainnya. Karena tidak hanya satu vendor itu, ada beberapa vendor," jelasnya.
"Sekarang ini kita sedang membentuk timnya, karena ini kan ada 488 titik dan itu tersebar di seluruh Bekasi, ada sekitar 20 berapa kecamatan gitu," ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur saat dikonfirmasi, Selasa (25/7/2023).
Baca juga: KPK Telusuri Dugaan Uang Rafael Alun Mengalir untuk Modal Bisnis Panti Pijat
Asep menjelaskan saat ini pihaknya sedang fokus menghitung kerugian keuangan negara dari proyek pembangunan toilet mewah untuk sekolah di Bekasi. KPK berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Tentunya juga untuk melakukan penghitungan kerugian negara itu harus betul-betul fiks, kenapa? Karena masing-masing toilet itu ada perbedaan yang satu dengan yang lainnya. Karena tidak hanya satu vendor itu, ada beberapa vendor," jelasnya.
Lihat Juga :