Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak Masih Perlu Ditingkatkan
Selasa, 28 Juli 2020 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
Langkah berikutnya yaitu melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang mengedukasi para keluarga tentang pentingnya pemenuhan sanitasi layak anak dalam pengasuhan. Ketiga, melalui Sekolah Ramah Anak (SRA) untuk memberikan pemahaman terkait pengelolaan sanitasi layak anak di satuan pendidikan.
Keempat, melalui lingkungan dengan menyebarluaskan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait sanitasi yang layak yang diintegrasikan dengan misalnya Puskesmas Ramah Anak, Ruang Bermain Ramah Anak, Pusat Kreativitas Anak, dan Pusat Informasi Sahabat Anak. Kelima, melalui wilayah/region, yakni membangun kesadaran dan menggerakkan para pimpinan daerah, dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan terkait pentingnya air minum dan sanitasi yang layak.
(Baca: Air minum dan sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia)
Dekan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti, Melati Ferianita mendorong masyarakat agar melakukan tindakan sanitasi lingkungan yang baik. Tidak hanya sebagai salah satu indikator KLA, air minum dan sanitasi yang layak juga merupakan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, yakni poin ke-6 (enam).
Melati mengatakan, pada umumnya masyarakat Indonesia lebih banyak memanfaatkan air sungai. Namun berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2016, sebesar 56 persen sungai sudah tercemar sehingga banyak wilayah akan mengalami krisis air bersih.
Keempat, melalui lingkungan dengan menyebarluaskan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait sanitasi yang layak yang diintegrasikan dengan misalnya Puskesmas Ramah Anak, Ruang Bermain Ramah Anak, Pusat Kreativitas Anak, dan Pusat Informasi Sahabat Anak. Kelima, melalui wilayah/region, yakni membangun kesadaran dan menggerakkan para pimpinan daerah, dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan terkait pentingnya air minum dan sanitasi yang layak.
(Baca: Air minum dan sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia)
Dekan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti, Melati Ferianita mendorong masyarakat agar melakukan tindakan sanitasi lingkungan yang baik. Tidak hanya sebagai salah satu indikator KLA, air minum dan sanitasi yang layak juga merupakan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, yakni poin ke-6 (enam).
Melati mengatakan, pada umumnya masyarakat Indonesia lebih banyak memanfaatkan air sungai. Namun berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2016, sebesar 56 persen sungai sudah tercemar sehingga banyak wilayah akan mengalami krisis air bersih.
Lihat Juga :