Menkumham Sebut Ekstremisme Ancaman HAM secara Global

Selasa, 18 Juli 2023 - 06:29 WIB
loading...
Menkumham Sebut Ekstremisme...
Menkumham Yasonna H Laoly saat menghadiri seminar internasional World Student Christian Federation On Human Rights and Fundamentalisms di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Senin (17/7/2023). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Menkumham ) Yasonna H Laoly meminta kepada komunitas internasional memberikan perhatian khusus kepada pemikiran fundamentalis dan ekstremisme . Sebab, keduanya memberikan aancaman nyata terhadap hak asasi manusia.

Hal ini disampaikan Yasonna Laoly dalam seminar internasional World Student Christian Federation On Human Rights and Fundamentalisms di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Senin (17/7/2023). Seminar yang digelar oleh Federasi Mahasiswa Kristen se-Dunia atau World Student Christian Federation (WSCF) ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal WSCF Marcelo Leites.

Yasonna mendorong penyelesaian konflik dilakukan dengan metode-metode seperti mediasi, dialog, dan sebagainya. Khususnya diperlukan political will dan pendekatan komprehensif yang melibatkan pemerintah, unsur di luar pemerintah, serta stakeholder lainnya.

Baca juga: Upaya BNPT Evaluasi Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme

"Dalam hal pelanggaran HAM, hukum harus ditinggikan menjadi norma yang berlaku untuk melindungi semua unsur masyarakat dari diskriminasi dan intervensi dari pihak manapun. Sebagaimana di Indonesia, UUD 1945 lah yang menjadi dasarnya," kata Yasonna.

Seminar ini membuka pembahasan masalah yang dialami masyarakat Timur Tengah dan memaparkan dampak dari pemikiran fundamentalis terhadap hak asasi manusia. "Seminar ini dapat memberikan pertukaran pengalaman, pandangan, inovasi, dan strategi untuk menciptakan kedamaian dan penghormatan terhadap hak asasi manusia," ucapnya.

Sementara itu, Sekjen WSCF Marcelo Leites sangat prihatin dengan tantangan yang ditimbulkan oleh kebangkitan fundamentalisme di berbagai bidang, termasuk agama, politik, dan ekonomi. "Kami mengakui keterkaitan fundamentalisme yang dapat membatasi kebebasan individu, melanggengkan perpecahan sosial, dan menghambat kemajuan hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi," papar Marcelo.



Ia mengatakan, untuk mengatasi tantangan ini WSCF telah memulai sebuah program yang berfokus pada titik temu antara demokrasi, HAM, dan kebangkitan fundamentalisme. Salah satu aspek penting dalam melawan fundamentalisme adalah menciptakan kontra-narasi yang mempromosikan inklusivitas, pluralisme, dan keadilan sosial.

"Dengan menghadirkan perspektif alternatif dan menyoroti manfaat dari nilai-nilai ini, menjadi mungkin untuk menantang narasi yang memecah belah yang disebarluaskan oleh ideologi fundamentalis," ujarnya.

Selanjutnya, kata Marcelo, pendidikan dan program literasi media sangat penting dalam memberdayakan individu untuk mengevaluasi sumber informasi secara kritis dan mengidentifikasi pesan yang disebarkan oleh ideologi fundamentalis.

"WSCF dan GMKI sebagai anggota WSCF di Indonesia berupaya membekali masyarakat dengan keterampilan memilah masalah yang kompleks dan berpikir kritis, sehingga menghasilkan pemikiran yang bijaksana," katanya.

Ketua Umum GMKI Jefri Gultom menyambut baik kepercayaan WSCF kepada Indonesia, termasuk dengan pemindahan kantor WSCF Asia Pasifik ke Indonesia serta memilih Indonesia menjadi tempat pelaksanaan WSCF even ini. Jefri juga menyampaikan saat ini Indonesia menjadi contoh dunia dengan masyarakat majemuk dan multikultural.

"Indonesia adalah bangsa yang dihuni oleh beragam budaya, suku, bahasa, adat-istiadat, tata krama, dan agama. Di era yang maju sampai saat ini bangsa ini hidup rukun di dalamnya menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi contoh Dunia," tutur Jefri.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
DPR: Revisi UU HAM Harus...
DPR: Revisi UU HAM Harus Memperkuat Sistem HAM Nasional
Adhie Massardi Munculkan...
Adhie Massardi Munculkan Gagasan tentang Kementerian Hak Asasi dan Martabat Manusia
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Rekomendasi
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved