Profil Nezar Patria yang Dikabarkan Diangkat Jadi Wamen Kominfo
Senin, 17 Juli 2023 - 02:13 WIB
loading...
A
A
A
Nezar lahir di Sigil, Kabupaten Pidei, Aceh, pada 5 Oktober 1970. Ia merupakan mantan wartawan, aktivis, dan penyair, yang pernah menjadi korban penculikan aktivis pada era Orde Baru. Nezar lama meniti karier dari profesi wartawan. Tak jauh dari sang ayah, tokoh pers senior Aceh, Sjamsul Kahar.
Baca Juga: Profil Budi Arie Setiadi yang Dikabarkan Jadi Menkominfo, Mantan Wartawan Pendukung Setia Jokowi
Ia terjun ke dunia jurnalias pada akhir tahun 1998 setelah memutuskan beralih dari jalur aktivisme. Ia mengawali tugas jurnalistik sebagai wartawan majalah mingguan nasional tahun 1999-2008.
Kariernya di media berlanjut dengan peran sebagai pendiri salah portal berita online nasional (2008-2014) dan wakil pemimpin redaksi salah satu TV digital (2014-2015). Setelah itu, Nezar menjabat pemimpin redaksi salah satu koran berbahasa Inggris di Jakarta dari tahun 2015 hingga 2020.
Karya jurnalistik investigasinya pernah memenangkan Tolerance Prize dari International Federation of Journalist (IFJ) bekerja sama dengan European Council di Manila pada tahun 2004.
Nezar juga punga pengalaman lama memimpin organisasi wartawan, yakni Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia periode 2008-2011. Kini dia juga aktif sebagai Anggota Dewan Etik di Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), sebuah organisasi industri media digital terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Profil Budi Arie Setiadi yang Dikabarkan Jadi Menkominfo, Mantan Wartawan Pendukung Setia Jokowi
Ia terjun ke dunia jurnalias pada akhir tahun 1998 setelah memutuskan beralih dari jalur aktivisme. Ia mengawali tugas jurnalistik sebagai wartawan majalah mingguan nasional tahun 1999-2008.
Kariernya di media berlanjut dengan peran sebagai pendiri salah portal berita online nasional (2008-2014) dan wakil pemimpin redaksi salah satu TV digital (2014-2015). Setelah itu, Nezar menjabat pemimpin redaksi salah satu koran berbahasa Inggris di Jakarta dari tahun 2015 hingga 2020.
Karya jurnalistik investigasinya pernah memenangkan Tolerance Prize dari International Federation of Journalist (IFJ) bekerja sama dengan European Council di Manila pada tahun 2004.
Nezar juga punga pengalaman lama memimpin organisasi wartawan, yakni Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia periode 2008-2011. Kini dia juga aktif sebagai Anggota Dewan Etik di Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), sebuah organisasi industri media digital terbesar di Indonesia.
Lihat Juga :