Konsumsi Susu Kental Manis Dinilai Pengaruhi Asupan Gizi Anak
Selasa, 28 Juli 2020 - 00:06 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau dia di bawah garis merah, jadi gizi buruk dan nanti setelah 3 tahun jadi stunting," tuturnya.
Dia juga mengkritisi langkah Kemenkes yang membiarkan pemberian makanan tambahan berupa biskuit dan SKM dalam setiap sembako yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, keduanya itu tidak bisa digunakan untuk anak yang mengalami gizi buruk.
Selain di Tangerang, kasus gizi buruk akibat pemberian susu kental manus ke anak juga terjadi pada korban banjir di Konawe, Sulaeesi Tenggara. Sebagaimana dilaporkan beberapa media setemoat, dari sekian banyak korban, ada salah seorang balita perempuan berusia 3,3 tahun yang ikut berdesak-desakan di bangsal penampungan.
Dia bernama Iluh Suriani, sekilas dia nampak sehat dan sedang tertidur pulas di dalam tenda. Setelah didekati, bayi yang sudah terbaring 7 hari di pengungsian tak seperti anak lainnya. Seharusnya, sejak berusia setahun lebih, dia sudah bisa berjalan atau berlari. Namun, hingga hari ini tulangnya masih lemah, ia juga belum mampu berceloteh menyebut nama ayah dan ibunya.
Kedua orang tuanya, Komang Suryawan (34) dan Komang Suarsih (20) mengungkapkan, bayinya mengalami gizi buruk. Hal itu terungkap saat keduanya memeriksakan kondisinya di RSUD Unaaha, 2019 lalu. Komang, yang bekerja sebagai buruh sawah? bercerita bahwa sejak putri tunggalnya itu berusia delapan bulan, dia hanya mampu memberi minuman susu kaleng kental manis.
Penghasilannya sebagai buruh, membuatnya hanya bisa membeli susu formula hingga dia berusia 8 bulan. Harga susu anak terlalu mahal bagi saya, karena saya juga tak bekerja tetap. Kadang ada uang kadang tidak, jelas Komang. Agar anaknya tetap bisa mendapat asupan gizi, dia nekat membelikan anaknya kental manis kaleng. Apalagi kondisi istrinya, tak memiliki asupan ASI yang cukup banyak sejak dia melahirkan. Akibatnya, anaknya jadi menderita gizi buruk dan tidak tumbuh normal seperti bayi lainnya.
Dia juga mengkritisi langkah Kemenkes yang membiarkan pemberian makanan tambahan berupa biskuit dan SKM dalam setiap sembako yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, keduanya itu tidak bisa digunakan untuk anak yang mengalami gizi buruk.
Selain di Tangerang, kasus gizi buruk akibat pemberian susu kental manus ke anak juga terjadi pada korban banjir di Konawe, Sulaeesi Tenggara. Sebagaimana dilaporkan beberapa media setemoat, dari sekian banyak korban, ada salah seorang balita perempuan berusia 3,3 tahun yang ikut berdesak-desakan di bangsal penampungan.
Dia bernama Iluh Suriani, sekilas dia nampak sehat dan sedang tertidur pulas di dalam tenda. Setelah didekati, bayi yang sudah terbaring 7 hari di pengungsian tak seperti anak lainnya. Seharusnya, sejak berusia setahun lebih, dia sudah bisa berjalan atau berlari. Namun, hingga hari ini tulangnya masih lemah, ia juga belum mampu berceloteh menyebut nama ayah dan ibunya.
Kedua orang tuanya, Komang Suryawan (34) dan Komang Suarsih (20) mengungkapkan, bayinya mengalami gizi buruk. Hal itu terungkap saat keduanya memeriksakan kondisinya di RSUD Unaaha, 2019 lalu. Komang, yang bekerja sebagai buruh sawah? bercerita bahwa sejak putri tunggalnya itu berusia delapan bulan, dia hanya mampu memberi minuman susu kaleng kental manis.
Penghasilannya sebagai buruh, membuatnya hanya bisa membeli susu formula hingga dia berusia 8 bulan. Harga susu anak terlalu mahal bagi saya, karena saya juga tak bekerja tetap. Kadang ada uang kadang tidak, jelas Komang. Agar anaknya tetap bisa mendapat asupan gizi, dia nekat membelikan anaknya kental manis kaleng. Apalagi kondisi istrinya, tak memiliki asupan ASI yang cukup banyak sejak dia melahirkan. Akibatnya, anaknya jadi menderita gizi buruk dan tidak tumbuh normal seperti bayi lainnya.
(maf)
Lihat Juga :