alexametrics

IJTI: Media Harus Jadi Penerang di Tengah Informasi Sesat

loading...
IJTI: Media Harus Jadi Penerang di Tengah Informasi Sesat
IJTI mengingatkan media untuk tidak memihak kepada salah satu kandidat dalam perhelatan pilkada serentak. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pilkada serentak yang akan dilaksanakan di Ibukota dan daerah lain merupakan bagian dari proses demokrasi yang sedang tumbuh dan berkembang di Tanah air.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyatakan dinamika politik itu harus dikawal dan dijaga agar tetep berjalan sesuai koridor. IJTI berharap pilkada menjadi sarana memunculkan pemimpin berkualitas, berintegritas serta mengabdi kepada masyarakat.

Tak hanya itu, organisasi jurnalis ini mengharapkan pilkada menjadi ruang partisipasi publik dalam berpolitik tanpa ada hasutan, tekanan, dan intimidasi dari pihak manapun.

"Sehingga demokrasi yang menyenangkan dan menggembirakan untuk memajukan dan menyejahterakan bangsa ini bisa terwujud. Untuk menciptakan demokrasi yang menyenangkan dan menggembirakan tentu perlu peran semua pihak," kata Ketua Umum IJTI  Yadi Hendriana bersama Sekretaris Jenderal IJTI Jamalul Insan melalui siaran persnya kepada Sindonews, Selasa (1/11/2016). 

Sebagai salah satu pilar demokrasi, IJTI menegaskan pers memiliki andil besar dalam menjaga dan menciptakan pesta demokrasi yang menyenangkan dan menggembirakan.

Oleh karena itu IJTI menyampaikan beberapa seruan sebagai berikut:

Pertama, media sebagai institusi pers yang merepresentasikan publik tidak boleh memihak salah satu pasangan yang ikut maju dalam pilkada. Media harus mampu menjaga independensinya sebagai pengawal demokrasi
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top