Hadiri Rakernas Apeksi, Anies Beri Solusi Persoalan Kota di Indonesia

Kamis, 13 Juli 2023 - 15:01 WIB
loading...
Hadiri Rakernas Apeksi,...
Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga sebagai Bakal Calon Presiden (Bacapres) 2024 Anies Baswedan memaparkan gagasan pada Rakernas Apeksi XVI di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto/Tangkapan layar
A A A
MAKASSAR - Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga sebagai Bakal Calon Presiden (Bacapres) 2024 Anies Baswedan memaparkan gagasan pada Rakernas Apeksi XVI di Makassar, Sulawesi Selatan. Anies mengungkap kota ke depan adalah kota layak huni, asri, adil, dan maju.

Menurut dia, Indonesia ke depan harus dibangun berdasarkan kondisi kota yang nyaman bagi masyarakat. Empat komponen layak huni, asri, adil, dan maju menjadi faktor penting. Untuk mewujudkan ini perlu dilakukan bersama dengan melihat kekurangan dan rencana ke depan.

Baca Juga: Hadiri Rakernas Apeksi di Makassar, Anies Disambut Suka Cita Kelompok Relawan

Lebih lanjut Anies menjelaskan, setidaknya ada tiga level kebijakan yang diterapkan selama masa jabatannya di Jakarta. Dia membangun kota dimulai dengan gagasan, narasi, dan karya.

Salah satu yang diungkapkan oleh Anies mengenai pencahayaan lampu di Indonesia. Meskipun negara ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, masih terdapat ketimpangan yang signifikan di berbagai daerah, dibuktikan dengan lampu yang mayoritas terang di Jakarta.

Anies menekankan pentingnya kesetaraan dalam pembangunan ekonomi, mengacu pada negara seperti India dan Korea Selatan yang telah berhasil mencapai tingkat kesetaraan. "Ketimpangan tersebut seringkali berkorelasi dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi," jelas dia, Kamis (13/7/2023).

Baca Juga: Anies: Pajak Harus Hadirkan Rasa Keadilan hingga Pemerataan Pembangunan

Anies juga menyampaikan keprihatinannya tentang urbanisasi yang terjadi di Jakarta. Meskipun perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke perkotaan adalah fenomena yang umum, Anies menyoroti masalah jakartanisasi yang telah menyebabkan kesenjangan antara miskin dan kaya semakin membesar di Ibu Kota.

Menurutnya, jika tren ini terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2045 sekitar 70 persen penduduk akan mengalami urbanisasi ke kota. "Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang adil dan berkelanjutan untuk mengatasi ketimpangan sosial di perkotaan, " kata dia.

Pertumbuhan kota yang tidak berkeadilan menjadi salah satu masalah yang ditandai oleh Anies. Dia mengutip masalah tata ruang sebagai contohnya, yakni distribusi dan penggunaan ruang di Jakarta tidak selalu berpihak pada kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Selain itu, Anies juga menggarisbawahi masalah kemandirian fiskal daerah. Hanya sekitar 2 persen kota yang telah mandiri secara fiskal, sementara 70 persen belum mandiri. Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam pendapatan daerah.

Anies mengusulkan beberapa solusi untuk menghadapi berbagai persoalan kota di Indonesia. Pertama, meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) agar generasi masa depan dapat bersaing secara global.

Kedua, menerapkan tata kota yang produktif dan berkelanjutan dengan memperhatikan kepentingan seluruh lapisan masyarakat. Ketiga, memperkuat interkonektivitas antardaerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi secara merata.

Terakhir, kolaborasi di lingkungan perkotaan dengan memanfaatkan talenta dan sumber daya yang ada untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
MK Tegaskan Jakarta...
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Buka Suara
Ambon, Poso, dan Aceh...
Ambon, Poso, dan Aceh Tenang, Anies: Di Situ Ada Sidik Jarinya Pak JK
Anies Bicara soal Pemimpin:...
Anies Bicara soal Pemimpin: Begitu Kepentingan Pribadi Masuk, Kepercayaan Turun
Ditanya Maju Pilpres...
Ditanya Maju Pilpres 2029, Anies: Kita Lihat Nanti
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Anies Dorong Mahasiswa...
Anies Dorong Mahasiswa Kuasai AI: Itu Asisten, Jangan Jadi Substitute
Surat Anies Baswedan...
Surat Anies Baswedan untuk Aktivis Kontras Andrie Yunus: Cepat Sembuh dan Kembali Berjuang!
Rekomendasi
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved