Elektabilitas Gibran Meroket Setahun Terakhir, Sulit Dikalahkan
Senin, 27 Juli 2020 - 19:46 WIB
loading...
Gibran menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Kantor DPD PDIP Jwa Tengah, Desember 2019. Foto: SINDOnews/Ahmad Antoni
A
A
A
JAKARTA - Analis Politik Exposit Strategic Arif Susanto mengakui elektabilitas Gibran Rakabuming Raka cenderung meroket dalam setahun terakhir. Ditambah dukungan kuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dominan di Kota Solo, kalkulasi di atas kertas akan sulit bagi siapa pun bersaing melawan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.
Menurut Arif, tidak mengherankan apabila terdapat peluang bahwa pasangan Gibran-Teguh Prakosa akan menjadi calon tunggal dalam pemilihan wali Kota Solo. Menimbang kostelasi politik serta komposisi DPRD Kota Solo, menurut dia, dibutuhkan koalisi dua atau lebih partai politik untuk dapat mengajukan pasangan calon.
"Persoalannya, apakah koalisi semacam itu akan cukup solid dan apakah terdapat nama calon yang dapat dikerek elektabilitasnya dalam waktu singkat? Jika kedua pertanyaan tidak dapat dijawab secara tegas, peluang kekalahan di depan mata dan risiko politik itu sulit untuk ditanggungkan," ujar Arif Susanto kepada SINDOnews, Senin (27/7/2020).
(Baca: Tiga Magnet Politik Gibran versi IndoStrategi Research)
Sebaliknya, kata dia, akan merupakan hal yang memprihatinkan jika terdapat hanya satu pasangan calon di Pilwalkot Solo. Dia pun membeberkan dampak dari calon tunggal di Pilwalkot Solo itu.
Menurut Arif, tidak mengherankan apabila terdapat peluang bahwa pasangan Gibran-Teguh Prakosa akan menjadi calon tunggal dalam pemilihan wali Kota Solo. Menimbang kostelasi politik serta komposisi DPRD Kota Solo, menurut dia, dibutuhkan koalisi dua atau lebih partai politik untuk dapat mengajukan pasangan calon.
"Persoalannya, apakah koalisi semacam itu akan cukup solid dan apakah terdapat nama calon yang dapat dikerek elektabilitasnya dalam waktu singkat? Jika kedua pertanyaan tidak dapat dijawab secara tegas, peluang kekalahan di depan mata dan risiko politik itu sulit untuk ditanggungkan," ujar Arif Susanto kepada SINDOnews, Senin (27/7/2020).
(Baca: Tiga Magnet Politik Gibran versi IndoStrategi Research)
Sebaliknya, kata dia, akan merupakan hal yang memprihatinkan jika terdapat hanya satu pasangan calon di Pilwalkot Solo. Dia pun membeberkan dampak dari calon tunggal di Pilwalkot Solo itu.
Lihat Juga :