Waspada! Gelombang Laut Tinggi hingga 4 Meter Ancam Sejumlah Perairan Indonesia
Selasa, 11 Juli 2023 - 09:02 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia hingga 12 Juli 2023. Foto/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia hingga 12 Juli 2023.
BMKG mengatakan hal ini dipengaruhi oleh adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat daya-barat dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.
Baca juga: Musim Kemarau Bukan Berarti Tidak Ada Potensi Hujan, Ini Penjelasan BMKG
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Banten-Jawa Barat, perairan Yos Sudarso bagian selatan, perairan selatan Merauke dan Laut Arafuru,” uhar BMKG dalam keterangannya, Selasa (11/7/2023).
Kondisi ini, kata BMKG, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan timur Kepulauan Nias-Kepulauan Mentawai, Selat Karimata, perairan timur Lampung, perairan selatan Bangka-Belitung, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur, perairan selatan Kalimantan, perairan Kota Baru, Laut Bali, Selat Makassar bagian selatan, perairan Wakatobi.
Kemudian di Teluk Tolo, perairan Kepulauan Banggai-Sula, perairan Ambon-Pulau Seram, Laut Seram bagian barat, perairan Kepulauan Kai-Kepulauan Aru, Laut Maluku, perairan Kepulauan Sitaro-Bitung, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, perairan utara Halmahera, perairan utara Papua Barat-Papua, Samudera Pasifik Utara Halmahera-Papua, Laut Arafuru timur Kepulauan Aru.
Sementara itu, untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2,50-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh-Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan barat Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten, perairan selatan Jawa Barat-Jawa Tengah–Yogyakarta.
BMKG mengatakan hal ini dipengaruhi oleh adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat daya-barat dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.
Baca juga: Musim Kemarau Bukan Berarti Tidak Ada Potensi Hujan, Ini Penjelasan BMKG
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Banten-Jawa Barat, perairan Yos Sudarso bagian selatan, perairan selatan Merauke dan Laut Arafuru,” uhar BMKG dalam keterangannya, Selasa (11/7/2023).
Kondisi ini, kata BMKG, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan timur Kepulauan Nias-Kepulauan Mentawai, Selat Karimata, perairan timur Lampung, perairan selatan Bangka-Belitung, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur, perairan selatan Kalimantan, perairan Kota Baru, Laut Bali, Selat Makassar bagian selatan, perairan Wakatobi.
Kemudian di Teluk Tolo, perairan Kepulauan Banggai-Sula, perairan Ambon-Pulau Seram, Laut Seram bagian barat, perairan Kepulauan Kai-Kepulauan Aru, Laut Maluku, perairan Kepulauan Sitaro-Bitung, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, perairan utara Halmahera, perairan utara Papua Barat-Papua, Samudera Pasifik Utara Halmahera-Papua, Laut Arafuru timur Kepulauan Aru.
Sementara itu, untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2,50-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh-Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan barat Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten, perairan selatan Jawa Barat-Jawa Tengah–Yogyakarta.
Lihat Juga :