Partai Perindo Apresiasi Jokowi Tolak PHK 2,3 Juta Honorer, Yerry Tawalujan: Demi Indonesia Sejahtera
Senin, 10 Juli 2023 - 17:08 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat, Yerry Tawalujan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menolak PHK 2,3 juta tenaga honorer non-Aparatur Sipil Negara (ASN) diapresiasi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) . Langkah menolak PHK ini diambil Presiden Jokowi disampaikan oleh Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Alex Denni.
Menurut Alex Denni, perintah Presiden Jokowi sudah jelas. Yaitu tidak boleh ada PHK, tetapi harus cari jalan tengah. Pedoman utama yang harus dipahami oleh publik adalah tidak boleh terjadi pemberhentian atau PHK. Sehingga 2,3 juta tenaga honorer non-ASN harus dijamin dulu agar ada kepastian untuk tetap bekerja.
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat, Yerry Tawalujan mengatakan, kebijakan pemerintah itu layak diapresiasi karena berpihak pada kepentingan rakyat.
"Perindo sebagai partai yang berpihak pada kepentingan rakyat tentu mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang tidak akan memberhentikan tenaga honorer non-ASN. Itu sejalan dengan visi partai kami berjuang membuat rakyat sejahtera, untuk Indonesia sejahtera," kata Yerry, Senin (10/7/2023).
Baca juga: Pegawai Honorer Dihapus November, MenpanRB: Tidak Ada PHK Massal
Menurut Alex Denni, perintah Presiden Jokowi sudah jelas. Yaitu tidak boleh ada PHK, tetapi harus cari jalan tengah. Pedoman utama yang harus dipahami oleh publik adalah tidak boleh terjadi pemberhentian atau PHK. Sehingga 2,3 juta tenaga honorer non-ASN harus dijamin dulu agar ada kepastian untuk tetap bekerja.
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat, Yerry Tawalujan mengatakan, kebijakan pemerintah itu layak diapresiasi karena berpihak pada kepentingan rakyat.
"Perindo sebagai partai yang berpihak pada kepentingan rakyat tentu mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang tidak akan memberhentikan tenaga honorer non-ASN. Itu sejalan dengan visi partai kami berjuang membuat rakyat sejahtera, untuk Indonesia sejahtera," kata Yerry, Senin (10/7/2023).
Baca juga: Pegawai Honorer Dihapus November, MenpanRB: Tidak Ada PHK Massal
Lihat Juga :