Terungkap Sejumlah Transaksi Diduga terkait Suap di Rutan KPK

Jum'at, 07 Juli 2023 - 09:02 WIB
loading...
Terungkap Sejumlah Transaksi...
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur mengungkapkan perkembangan penyelidikan dugaan pungutan liar (pungli) di Rutan KPK. Foto/Gedung Merah Putih KPK/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur mengungkapkan perkembangan penyelidikan dugaan pungutan liar (pungli) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK . Ditemukan banyak transaksi yang disinyalir terkait suap di Rutan KPK.

Saat ini, temuan transaksi tersebut tengah didalami tim penyelidik KPK kepada pihak yang diduga terlibat. Atas dasar itu kata Asep, penyelidikan dugaan pungli di Rutan KPK cukup memakan waktu yang lama.

"Clue aja kenapa ini agak lama ya, karena ini banyak, transaksinya tidak hanya satu kali transaksi, sehingga kita masih memerlukan waktu," kata Asep Guntur saat dikonfirmasi, Jumat (7/7/2023).

Baca juga: KPK Akui Ada Pungli di Rutan Gedung Merah Putih

Asep mengakui, dugaan pungli di Rutan KPK bukan hanya dilakukan oleh satu atau dua orang. Dugaan pungli di Rutan KPK diduga sudah lama terjadi dan melibatkan banyak pihak. Pihak yang diduga terlibat di antaranya para tahanan dan oknum petugas rutan. Saat ini, KPK sedang mengklarifikasi pihak tersebut.

"Terhadap orang-orang itu, semuanya juga kita akan susuri. Juga ditanyakan kenapa ini lama? Kenapa enggak segera? Padahal ini terjadi di dalam, karena memang banyak orang atau banyak pihak yang harus diklarifikasi," ucapnya.

Asep masih enggan membeberkan lebih detail proses penyelidikan dugaan pungli di Rutan KPK. Sebab, penyelidikan bukan untuk konsumsi publik. Tapi ia berjanji akan menjelaskan lebih rinci terkait dugaan pungli di Rutan KPK setelah ditemukan bukti yang cukup.

"Nanti setelah masuk penyidikan dan dilakukan konpers, kita akan jelaskan. Tapi saat ini masih dalam penyelidikan, kita hanya bisa menginformasikan bahwa lamanya itu karena memang harus mengonfirmasi beberapa pihak yang terkait masalah tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, Dewan Pengawas (Dewas) mengungkap temuan dugaan adanya pungli di Rutan KPK. Diduga, ada puluhan petugas Rutan KPK yang menerima pungli hingga mencapai Rp4 miliar dalam kurun waktu tiga bulan medio Desember 2021-Maret 2022.

Oknum petugas rutan diduga menerima pungli dari tahanan KPK ataupun pihak terkait. Oknum tersebut menerima pungli dengan cara menampung uang di rekening pihak ketiga. Kemudian, uang itu diterima oknum petugas rutan dari pihak ketiga secara tunai.

Dewas kemudian melaporkan dugaan pungli oknum petugas rutan itu ke pimpinan KPK. Dewas meminta agar pimpinan KPK menindak lanjuti temuan tersebut. Sebab, menurut dewas, pungli oknum petugas Rutan KPK masuk ke dalam ranah pidana.

KPK telah menerima laporan terkait temuan pungli oknum petugas rutan tersebut. KPK juga telah menindak lanjutinya di proses penyelidikan. KPK sedang menyelidiki dugaan unsur pidana korupsi dari temuan pungli di rutan Gedung Merah Putih tersebut.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
Rekomendasi
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Berita Terkini
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Infografis
Fakta Baru Keangkeran...
Fakta Baru Keangkeran Hutan di Indonesia Terungkap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved