Jalan Sulit Gerakan Mahasiswa Menolak Otoritarianisme Orde Baru

Kamis, 06 Juli 2023 - 08:10 WIB
loading...
A A A
baca juga: Pesan Menyentuh untuk Kepergian Sipon Istri Penyair Korban Penculikan Orde Baru

Keterlibatan dalam kasus-kasus pertanahan dan pembelaan terhadap hak-hak politik rakyat telah mengubah kesadaran, bahwa gerakan moral tidak cukup memiliki daya pukul yang kuat untuk menjebol tembok kekuasaan. Namun perlu gerakan politik yang lebih berani, disiplin, dan efektif.

Untuk itu Aldera sebagai organ aksi yang telah ditetapkan sebagai organisasi dalam Kongres I Aldera, di Bogor, 12-13 September 1994, tidak bisa sekadar menjadi riak-riak perlawanan, melainkan harus menjadi gelombang besar bagi perubahaan.

Untuk alasan itu pula, Pius Lustrilanang ditunjuk menjadi Sekjen Aldera dalam forum restrukturisasi organisasi yang selanjutnya dianggap sebagai Kongres II Aldera di Bukit Sastra, Bandung. (halaman 159)

Penculikan Pius

Sosok Pius dan Aldera memang tak bisa dipisahkan. Aldera dan Pius sudah seperti kolam dan ikan. Namun, tiga bulan menjelang Soeharto mundur, tepatnya pada Senin, 2 Februari 1998, Pius diculik sekelompok orang tak dikenal di pintu keluar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

baca juga: Penerapan Pancasila Pada Masa Orde Baru, dari 3 Partai hingga Repelita Berujung KKN

Pius mengalami beragam penyiksaan: dipukul, disetrum, ditendang, dibenamkan dalam bak mandi, dan ditidurkan dalam balok es. Pius bebas pada Kamis, 2 April 1998, dan dipulangkan ke rumah orangtuanya di Palembang dalam pengawalan ketat.

Meski selama penyekapan Pius diancam agar tidak menceritakan apa yang telah dialami, namun tekadnya sudah bulat akan membuka semua peristwa kelam itu kepada publik. Ia menyampaikan testimoni di Komnas HAM, Senin, 27 April 1998. Seketika Pius menjelma sosok yang semakin banyak diperbincangkan oleh sejumlah kalangan, termasuk para elit politik, baik di dalam maupun di luar kekuasaan. (halaman 20)

Setelah bersaksi di Komnas HAM, Pius kemudian bersafari di luar negeri. Dia bersaksi di Belanda, kemudian di Jerman dan Amerika Serikat. Pius adalah korban yang pertama kali berani mengungkapkan kepada publik mengenai kasus penculikan aktivis yang marak terjadi di masa itu.

Membaca buku ini, kita menjadi mafhum bagaimana pengorbanan pegiat Aldera yang mau menempuh risiko bentrok dengan aparat, ditangkap atau dipenjara, bahkan diculik. Mereka mengambil jalan sulit untuk apa yang mereka yakini sebagai Indonesia yang lebih baik: masyarakat demokratis dan lebih adil. (halaman 285)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Perkuat Literasi Anak...
Perkuat Literasi Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Kisah Teladan Hadir dalam Format Digital
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Rekomendasi
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved