Boyke Novrizon Optimistis Presiden Jokowi Dukung Ganjar karena 5-S
Rabu, 05 Juli 2023 - 22:07 WIB
loading...
A
A
A
Dia melanjutkan, jika membedah kata yang terakhir soal menjaga masa depan Indonesia, tentunya semua para tokoh bangsa akan mengedepankan prinsip dan nilai-nilai nasionalis yang sama sebagai warga negara tanpa ada keraguan lagi.
“Saya menyampaikan dan membedah hal ini agar publik tahu dan memahami realita history antara Pak Jokowi dengan Mas Ganjar ini dengan baik dan komprehensif, di satu sisi kita kemudian memaknai soal klaim politik yang dilakukan sepihak oleh pihak sebelah. Hal ini mereka lakukan tentunya ada 2 tujuan yang disasar,” katanya.
“Pertama, menciptakan sebuah opini dan presepsi publik di tengah masyarakat yang berujung ramai dipergunjingkan tentang katanya: Hati Pak Jokowi lebih dekat kepada Pak Prabowo," sambungnya.
Kedua, kata dia, bagaimana caranya mengambil hati Jokowi agar terpinang dan jatuh hati, tentunya dengan cara-cara yang humanis. Dia menilai kedua hal ini dilakukan sebagai bagian dari sebuah cara atau strategi dari pihak Prabowo untuk mengambil rasa dan hati Jokowi.
“Namun publik juga mengetahui dan sangat memahami dengan mata terbuka, bahwasanya tidak ada benang merah, sejarah dan literatur yang sama di antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo. Ya, hal ini sah-sah saja dilakukan, karena masih dalam suasana yang normatif. Namanya juga usaha baik, ya tentunya tidak boleh dilarang,” pungkasnya.
“Saya menyampaikan dan membedah hal ini agar publik tahu dan memahami realita history antara Pak Jokowi dengan Mas Ganjar ini dengan baik dan komprehensif, di satu sisi kita kemudian memaknai soal klaim politik yang dilakukan sepihak oleh pihak sebelah. Hal ini mereka lakukan tentunya ada 2 tujuan yang disasar,” katanya.
“Pertama, menciptakan sebuah opini dan presepsi publik di tengah masyarakat yang berujung ramai dipergunjingkan tentang katanya: Hati Pak Jokowi lebih dekat kepada Pak Prabowo," sambungnya.
Kedua, kata dia, bagaimana caranya mengambil hati Jokowi agar terpinang dan jatuh hati, tentunya dengan cara-cara yang humanis. Dia menilai kedua hal ini dilakukan sebagai bagian dari sebuah cara atau strategi dari pihak Prabowo untuk mengambil rasa dan hati Jokowi.
“Namun publik juga mengetahui dan sangat memahami dengan mata terbuka, bahwasanya tidak ada benang merah, sejarah dan literatur yang sama di antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo. Ya, hal ini sah-sah saja dilakukan, karena masih dalam suasana yang normatif. Namanya juga usaha baik, ya tentunya tidak boleh dilarang,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :