Selesaikan Konflik dengan Membangun Toleransi dan Dialog
Senin, 27 Juli 2020 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Pria yang biasa disapa Kiai Cholil ini mengungkapkan umat beragama sebenarnya dianjurkan untuk mencintai Tanah Airnya. Bahkan ketika datang dari Makkah ke Madinah, Rasulullah menyebutkan tentang betapa rindunya dia terhadap tanah kelahirannya.
“Rasulullah mengatakan ‘kalau tidak karena terpaksa aku dikeluarkan dari Makkah, aku takkan pernah hijrah ke Madinah’. Hal ini menunjukkan betapa Rasul Muhammad itu cinta terhadap Tanah Airnya. Makanya kita saling mengenal pepatah atau jargon ‘hubbul wathon minal iman’ yang dikatakan ulama besar kita pada saat itu KH Hasyim Ashari yang artinya Cinta Tanah Air adalah bagian dari Iman itu,” kata Kiai Cholil.
Dia berpendapat, harus ada spirit "ukhuwah bainal-muslimin" atau persaudaraan sesama umat Islam. Ukhuwah ini berdasarkan akidah keyakinan dari keagamaan kita.
Berikutnya semangat "Hubbul Wathon" dan Ukhuwah Wathoniyah adalah tentang persaudaraan karena sebangsa setanah air.
“Bahwa kita punya ikatan yang sama dan kita mendirikan negara ini adalah berdasarkan Mitsaq, berdasarkan Darul Ahdi, berdasarkan pada ikatan-ikatan kesepakatan kita untuk ber-NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” kata pria yang juga Staf Pengajar Ekonomi dan Keuangan Syariah Pascasarjana Universitas Indonesia ini.
“Rasulullah mengatakan ‘kalau tidak karena terpaksa aku dikeluarkan dari Makkah, aku takkan pernah hijrah ke Madinah’. Hal ini menunjukkan betapa Rasul Muhammad itu cinta terhadap Tanah Airnya. Makanya kita saling mengenal pepatah atau jargon ‘hubbul wathon minal iman’ yang dikatakan ulama besar kita pada saat itu KH Hasyim Ashari yang artinya Cinta Tanah Air adalah bagian dari Iman itu,” kata Kiai Cholil.
Dia berpendapat, harus ada spirit "ukhuwah bainal-muslimin" atau persaudaraan sesama umat Islam. Ukhuwah ini berdasarkan akidah keyakinan dari keagamaan kita.
Berikutnya semangat "Hubbul Wathon" dan Ukhuwah Wathoniyah adalah tentang persaudaraan karena sebangsa setanah air.
“Bahwa kita punya ikatan yang sama dan kita mendirikan negara ini adalah berdasarkan Mitsaq, berdasarkan Darul Ahdi, berdasarkan pada ikatan-ikatan kesepakatan kita untuk ber-NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” kata pria yang juga Staf Pengajar Ekonomi dan Keuangan Syariah Pascasarjana Universitas Indonesia ini.
(dam)
Lihat Juga :