Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Mendagri Ingatkan Pesan Presiden
Selasa, 04 Juli 2023 - 21:28 WIB
loading...
Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi saat memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Kemendagri, Selasa (4/7/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo soal pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi. Diketahui, selama 6 kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas 5 persen.
Kondisi ini menunjukkan angka positif karena tidak banyak negara yang pertumbuhan ekonominya di atas angka tersebut. "Bahkan Eropa itu 2 kuartal berturut-turut sudah minus di bawah persen, minus artinya dua kali berturut-turut 2 kuartal itu dinamakan resesi," ujar Mendagri saat memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (4/7/2023).
Prestasi tersebut membuat Bank Dunia menetapkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi menengah ke atas. Ini meningkat dari posisi sebelumnya menengah ke bawah. Baca juga: Pulih dengan Kuat, Indonesia Kembali Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas
Meski begitu, lanjut Mendagri, Presiden tetap mengarahkan agar semua pihak waspada karena lingkungan global belum stabil sehingga masih berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Misalnya, dampak pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi global yang melamban, serta ketegangan politik di beberapa negara yang masih berlangsung.
Karena itu, Presiden meminta semua pihak fokus pada potensi-potensi krisis agar segera dilakukan penanganan. Selain itu, perlu juga menjaga pendapatan agar sesuai target, baik di tingkat nasional maupun daerah sehingga pertumbuhan ekonomi tetap positif di 6 bulan terakhir 2023.
Kondisi ini menunjukkan angka positif karena tidak banyak negara yang pertumbuhan ekonominya di atas angka tersebut. "Bahkan Eropa itu 2 kuartal berturut-turut sudah minus di bawah persen, minus artinya dua kali berturut-turut 2 kuartal itu dinamakan resesi," ujar Mendagri saat memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (4/7/2023).
Prestasi tersebut membuat Bank Dunia menetapkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi menengah ke atas. Ini meningkat dari posisi sebelumnya menengah ke bawah. Baca juga: Pulih dengan Kuat, Indonesia Kembali Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas
Meski begitu, lanjut Mendagri, Presiden tetap mengarahkan agar semua pihak waspada karena lingkungan global belum stabil sehingga masih berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Misalnya, dampak pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi global yang melamban, serta ketegangan politik di beberapa negara yang masih berlangsung.
Karena itu, Presiden meminta semua pihak fokus pada potensi-potensi krisis agar segera dilakukan penanganan. Selain itu, perlu juga menjaga pendapatan agar sesuai target, baik di tingkat nasional maupun daerah sehingga pertumbuhan ekonomi tetap positif di 6 bulan terakhir 2023.
Lihat Juga :