Hadiri HUT ke-23 APKASI, Mendagri Dorong Pemda Hidupkan Sektor Swasta

Sabtu, 24 Juni 2023 - 00:07 WIB
loading...
Hadiri HUT ke-23 APKASI,...
Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri acara HUT ke-23 APKASI bertajuk Kabupaten Melaju Indonesia Maju, Kebumen, Jawa Tengah. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
KEBUMEN - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, kunci utama untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) adalah menghidupkan sektor swasta. Daerah yang tidak mampu menghidupkan sektor swasta, maka tidak bakal mendapatkan PAD yang banyak.

Upaya menghidupkan sektor tersebut dapat dilakukan dengan memberikan insentif kemudahan berusaha kepada para investor. "Ini betul-betul, mohon betul disampaikan kepada seluruh jajaran," ujar Mendagri.

Hal itu disampaikan Mendagri di hadapan para kepala daerah saat memberikan sambutan pada acara HUT ke-23 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bertajuk "Kabupaten Melaju Indonesia Maju" di Hotel Trio Azana Style, Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan selaku Ketua Umum APKASI, para bupati anggota APKASI, serta sejumlah pejabat pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Mendagri mendorong pemerintah daerah agar mampu memanfaatkan berbagai potensi untuk meningkatkan PAD. Sebab, esensi diterapkannya otonomi daerah adalah untuk membangun kemandirian fiskal.

Baca Juga: Mendagri Tegaskan MPP Dapat Tekan Potensi Tindak Pidana Korupsi

Mendagri menjelaskan, kemandirian fiskal ditandai dengan jumlah PAD yang lebih besar dibanding dana transfer dari pemerintah pusat. Dengan besarnya jumlah PAD tersebut, maka pemerintah daerah dapat lebih leluasa membuat berbagai program yang dibutuhkan masyarakat.

Sedangkan daerah yang kapasitas fiskalnya lemah, akan sangat bergantung terhadap dana transfer pemerintah pusat.

"Tidak akan mungkin bisa berkembang, tidak akan mungkin bisa melompat, karena uangnya dipakai untuk hal yang sudah mendasar, terutama belanja pegawai," ujar Mendagri.

Mendagri menegaskan, investor baik dalam negeri maupun luar negeri yang dibutuhkan adalah kemudahan berusaha. Oleh karena itu, daerah yang masih mempersulit masuknya investor, maka daerah tersebut akan ditinggalkan.

Menurut Mendagri, saat ini masih banyak daerah yang mempersulit perizinan berusaha sehingga perlu segera dibenahi. Terlebih, terkait dengan kemudahan berusaha merupakan salah satu urusan yang menjadi perhatian Presiden Jokowi.

Selain sektor usaha berskala besar, kata Tito, upaya peningkatan PAD juga dapat dilakukan dengan menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang ekonominya tetap tumbuh meski di tengah pandemi karena menghidupkan UMKM.

"Maka tolong UMKM dihidupkan, diberikan insentif, jangan dipersulit. Belum apa-apa, baru mau buka saja sudah dipalakin retribusi segala macam," tegasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Rekomendasi
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved