Gaya Santai dan Humoris Ganjar Pranowo Ladeni Pertanyaan Gen Z Bali
Sabtu, 17 Juni 2023 - 19:05 WIB
loading...
Bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo berdialog dengan ratusan Gen Z Bali dalam acara Maju Bersama Ganjar (MABAR) bertema Kaum Muda Berbicara di Kebon Vintage Cars Bali, Sabtu (17/6/2023). Foto/Dok PDIP
A
A
A
DENPASAR - Bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo berdialog dengan ratusan Gen Z Bali dalam acara Maju Bersama Ganjar (MABAR) bertema Kaum Muda Berbicara di Kebon Vintage Cars Bali, Sabtu (17/6/2023). Dialog tersebut ramai dengan gelak tawa.
Ganjar pun sangat santai dan humoris meladeni pertanyaan dan paparan dari pembicara maupun pertanyaan langsung dari peserta diskusi yang hadir memadati ruangan. Ganjar dengan spontan menantang Gede Bagus, musisi sekaligus pemrakarsa Anugerah Musik Bali untuk bicara langsung lewat telepon dengan Gubernur Bali Wayan Koster.
Peristiwa menarik lainnya adalah saat Ganjar menanggapi pertanyaan dari dua siswa tingkat SMU yang hadir di lokasi, Stefanie dan Keisya. Stefanie yang seorang pemain teater di sekolahnya dan Keisya yang anggota paduan suara mempersoalkan perhatian pemerintah terhadap dunia teater dan industri kreatif yang dirasa kurang.
Baca juga: Ganjar Naik Mobil Bersejarah Milik Fatmawati Soekarno di Bali
Termasuk bagaimana orang-orang tua yang menganggap content creator bukanlah profesi masa depan. Dengan gayanya yang santai, Ganjar kemudian mengundang satu persatu penanya tersebut ke panggung.
Ganjar mengajak mereka berdialog, mencoba memberikan solusi terhadap persoalan tersebut. Yang unik adalah ketika Ganjar menantang Stefani melakukan akting tunggal sebagai seorang pemain teater.
“Indonesia ini, banyak sekali makanannya. Indonesia ini, banyak sekali karya seninya. Tapi apakah pernah kami dilirik oleh pemerintah?” Begitu monolog dari Stefani yang membuat semua orang berteriak dan bertepuk tangan.
Ganjar lalu tampak menggerakkan tubuhnya. Ia membuat gestur melirik kepada Stefani yang membuat ia tak tahan dan akhirnya tertawa melihat gaya Ganjar.
Ganjar juga berdialog tentang masalah ini dan meminta pendapat dari peserta. Musisi Putu Gede lalu menjawab bahwa para anak teater seperti Stefani bisa berkolaborasi dengan content creator yang memiliki alat.
Ganjar lalu menambahkan, peran pemerintah adalah memastikan kolaborasi terjadi dan para Gen Z dilibatkan, seperti misalnya dalam produksi konten promosi pariwisata. “Ini ada yang bisa akting, berkolaborasi dengan yang bikin konten. Butuh yang kasih job, misal tolong dilibatkan dalam promosi pariwisata,” ujar Ganjar.
Kemudian, Ganjar mengajak Keisya Anandita untuk naik ke atas panggung guna menyampaikan uneg-uneg sekaligus menampilkan kemampuannya bernyanyi. Yang unik, ketika Keisya bercerita bagaimana ia kerap tak berani menampilkan konten ke publik karena orang tua.
Ia mengaku orang tua menilai dirinya aneh ketika hendak membuat konten mengenai makanan. Ganjar pun merespons bahwa sebenarnya para orang tua harus mau melihat perkembangan tersebut. “Kalau begini nanti orang tuanya yang bisa dilihat aneh,” kata Ganjar.
Sejak awal hingga akhir sesi diskusi pertama tak lepas dari riuh tepuk tangan dan gelak tawa yang akrab dari Ganjar dan juga peserta dari kalangan Gen Z.
Ganjar pun sangat santai dan humoris meladeni pertanyaan dan paparan dari pembicara maupun pertanyaan langsung dari peserta diskusi yang hadir memadati ruangan. Ganjar dengan spontan menantang Gede Bagus, musisi sekaligus pemrakarsa Anugerah Musik Bali untuk bicara langsung lewat telepon dengan Gubernur Bali Wayan Koster.
Peristiwa menarik lainnya adalah saat Ganjar menanggapi pertanyaan dari dua siswa tingkat SMU yang hadir di lokasi, Stefanie dan Keisya. Stefanie yang seorang pemain teater di sekolahnya dan Keisya yang anggota paduan suara mempersoalkan perhatian pemerintah terhadap dunia teater dan industri kreatif yang dirasa kurang.
Baca juga: Ganjar Naik Mobil Bersejarah Milik Fatmawati Soekarno di Bali
Termasuk bagaimana orang-orang tua yang menganggap content creator bukanlah profesi masa depan. Dengan gayanya yang santai, Ganjar kemudian mengundang satu persatu penanya tersebut ke panggung.
Ganjar mengajak mereka berdialog, mencoba memberikan solusi terhadap persoalan tersebut. Yang unik adalah ketika Ganjar menantang Stefani melakukan akting tunggal sebagai seorang pemain teater.
“Indonesia ini, banyak sekali makanannya. Indonesia ini, banyak sekali karya seninya. Tapi apakah pernah kami dilirik oleh pemerintah?” Begitu monolog dari Stefani yang membuat semua orang berteriak dan bertepuk tangan.
Ganjar lalu tampak menggerakkan tubuhnya. Ia membuat gestur melirik kepada Stefani yang membuat ia tak tahan dan akhirnya tertawa melihat gaya Ganjar.
Ganjar juga berdialog tentang masalah ini dan meminta pendapat dari peserta. Musisi Putu Gede lalu menjawab bahwa para anak teater seperti Stefani bisa berkolaborasi dengan content creator yang memiliki alat.
Ganjar lalu menambahkan, peran pemerintah adalah memastikan kolaborasi terjadi dan para Gen Z dilibatkan, seperti misalnya dalam produksi konten promosi pariwisata. “Ini ada yang bisa akting, berkolaborasi dengan yang bikin konten. Butuh yang kasih job, misal tolong dilibatkan dalam promosi pariwisata,” ujar Ganjar.
Kemudian, Ganjar mengajak Keisya Anandita untuk naik ke atas panggung guna menyampaikan uneg-uneg sekaligus menampilkan kemampuannya bernyanyi. Yang unik, ketika Keisya bercerita bagaimana ia kerap tak berani menampilkan konten ke publik karena orang tua.
Ia mengaku orang tua menilai dirinya aneh ketika hendak membuat konten mengenai makanan. Ganjar pun merespons bahwa sebenarnya para orang tua harus mau melihat perkembangan tersebut. “Kalau begini nanti orang tuanya yang bisa dilihat aneh,” kata Ganjar.
Sejak awal hingga akhir sesi diskusi pertama tak lepas dari riuh tepuk tangan dan gelak tawa yang akrab dari Ganjar dan juga peserta dari kalangan Gen Z.
(rca)
Lihat Juga :