Ganjar dan Prabowo Butuh Cawapres yang Tidak Pro atau Kontra Pemerintah

Sabtu, 17 Juni 2023 - 13:37 WIB
loading...
Ganjar dan Prabowo Butuh...
Prabowo dan Ganjar Pranowo disarankkan menggaet sosok cawapres yang berada di tengah, di antara suara kelompok pendukung dan penentang pemerintah. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pilpres 2024 mencatatkan sejarah penting. Untuk kali pertama penentuan sosok cawapres berjalan cukup panjang dan begitu menguras perhatian masyarakat luas. Ini lantaran belum satu pun capres atau koalisi parpol yang mengumumkan cawapres. Pada titik inilah, sosok cawapres diakui menjadi faktor yang cukup dominan untuk ikut menentukan hasil akhir Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah memberikan berpendapat sagat penting bagi parpol dan koalisi parpol untuk menentukan pasangan capres-cawapres secara tepat. Sosok cawapres yang diusung harus berdaya jual tinggi.

“Mau tidak mau cawapres ini menjadi penting karena tolok ukur untuk mengumpulkan semua suara yang sekarang diperebutkan bertiga (Prabowo, Ganjar, Anies) misalnya sekarang sudah diwacanakan bertiga itu,” kata Dedi dalam Polemik MNC Trijaya yang berjudul “Cawapres Adalah Koentji” secara daring, Sabtu (17/6/2023).

Nilai strategis cawapres, kata Dedi, terletak pada seberapa besar massa pendukung dan kemampuannya menaikkan elektabilitas capres, sekaligus parpol koalisi.

“Itu akan ditentukan siapa yang paling memiliki massa besar sekaligus memiliki daya dongkrak terhadap elektabilitas capres, sekaligus juga dari sisi partai politik yang mengusung atau koalisi,” sambungnya.

Lantas, Dedi pun membagikan bagaimana memunculkan tokoh-tokoh yang yang punya daya jual, dan juga tokoh yang menjadi antitesa daripada tokoh-tokoh yang muncul di Pemilu 2014 dan 2019. Harus dicari tokoh-tokoh yang bisa melawan hegemoni dari pertentangan di pemilu-pemilu sebelumnya. Artinya, 2024 akan menjadi pertempuran cawapres dari kelompok-kelompok yang kira-kira bisa menempatkan diri dan diterima oleh kelompok masyarakat, sekaligus diterima kelompok pemerintah.



Apalagi, Dedi melanjutkan bahwa Pilpres 2024 ini kental dengn isu keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung, yang ditunjukkan lewat endorsemen terhadap satu dua kandidat capres. Presiden juga memiliki basis massa relawan sendiri yang sudah ada sejak 2014 dan masih eksis sampai hari ini.

“Sehingga mau tidak mau harus ada tokoh cawapres itu bagi kelompok yang pro-pemerintah. Misalnya Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto mereka perlu tokoh-tokoh yang kira-kira punya penerimaan publik kontra pemerintah lebih besar untuk terpilih sebagai cawapresnya,” terangnya.

Merujuk pada hasil survei IPO, Dedi mengungkapkan ada nama-nama seperti TGB Zainul Majdi dan juga Erick Thohir. Alasannya, TGB termasuk tokoh yang dianggap semi berpihak pada pemerintah, karena Partai Perindo juga sejauh ini tidak menyatakan kontra atau menyatakan pro pemerintah, karena mereka berada di luar parlemen.

“Sehingga baik Perindo maupun TGB itu punya peluang karena dianggap tokoh tengah tadi itu,” imbuh Dedi.

Erick Thohir, menurut Dedi, karena meskipun Erick Thohir bagian dari pemerintahan Jokowi, tapi sisi lainnya Erick juga tidak berpartai, sehingga masih mungkin bagi tokoh-tokoh semacam Erick dan TGB itu mendapatkan dukungan dari pihak-pihak luar yang sejauh ini kontra pemerintah.

Kemudian, sambung Dedi, perlu dilihat faktor demografisnya. Untuk PDIP dan Ganjar, sudah cukup banyak mendominasi Pulau Jawa seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, PDIP maupun Ganjar belum bisa menguasai Jawa Barat bahkan Bali sekalipun belum dikuasai, maka Ganjar memerlukan tokoh yang menguasai luar Jawa agar membantu pemenangannya.

“Sehingga diperlukan tokoh-tokoh yang kemudian muncul dari luar Jawa, Kenapa? karena kalau kemudian diambil lagi dari tokoh Jawa maka ini akan tumpang tindih, karena bisa saja pemilih cawapres di Jawa itu sebetulnya juga sudah memilih PDIP atau pemilih Ganjar Pranowo,” terangnya.

“Jadi kalau disimpulkan yang pertama adalah cawapres harus punya daya ungkit terhadap capresnya, yang kedua partai politik juga harus melakukan koordinasi, konsolidasi agar daya ungkit partai itu juga berimbas pada dukungan elite di mitra koalisi yang akan diusulkan,” tandas Dedi.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyebaran Budaya LGBT...
Penyebaran Budaya LGBT Ancaman Negara Nonmiliter, Ada di Perpres yang Diteken Prabowo
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Rekomendasi
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
Paraguay Bak Main Tarkam...
Paraguay Bak Main Tarkam di Piala Dunia 2026, Orlando Gill: Bola Boleh Lewat, Kaki Jangan!
Berita Terkini
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved