Bertemu PM Uzbekistan, Wapres Ma'ruf Amin Sepakat Perkuat Kerja Sama Perdagangan hingga Wisata Religi
Selasa, 13 Juni 2023 - 23:59 WIB
loading...
Wakil Presiden Ma’ruf Amin bertemu Perdana Menteri Uzbekistan Abdulla Nigmatovich Aripov di Gedung Kabinet Menteri Uzbekistan, Selasa (13/06/2023). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin bertemu Perdana Menteri Uzbekistan Abdulla Nigmatovich Aripov di Gedung Kabinet Menteri Uzbekistan, Selasa (13/6/2023). Pada pertemuan itu Indonesia dan Uzbekistan sepakat perkuat kerjasama di bidang perdagangan hingga wisata religi.
"Saya senang kerja sama bilateral kedua negara kita terus berjalan baik. Dan harus terus kita tingkatkan. Saya harap ke depan kita dapat pererat hubungan kerja sama ini.Termasuk melalui saling kunjung antar pemimpin dan pejabat negara kita," ungkap Ma'ruf Amin dalam keterangan resminya.
Wapres menyampaikan tiga poin penting untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Uzbekistan. Pertama, Wapres berharap adanya peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan industri, khususnya melalui produk-produk unggulan baru.
Data menunjukkan bahwa nilai kerja sama di bidang ini mencapai USD 82,5 juta di tahun 2022 yang merupakan sebuah capaian yang sangat baik.
"Saya harap jumlah ini dapat kita tingkatkan. Termasuk melalui sektor unggulan baru, seperti produk halal," ujarnya.
"Saya senang kerja sama bilateral kedua negara kita terus berjalan baik. Dan harus terus kita tingkatkan. Saya harap ke depan kita dapat pererat hubungan kerja sama ini.Termasuk melalui saling kunjung antar pemimpin dan pejabat negara kita," ungkap Ma'ruf Amin dalam keterangan resminya.
Wapres menyampaikan tiga poin penting untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Uzbekistan. Pertama, Wapres berharap adanya peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan industri, khususnya melalui produk-produk unggulan baru.
Data menunjukkan bahwa nilai kerja sama di bidang ini mencapai USD 82,5 juta di tahun 2022 yang merupakan sebuah capaian yang sangat baik.
"Saya harap jumlah ini dapat kita tingkatkan. Termasuk melalui sektor unggulan baru, seperti produk halal," ujarnya.
Lihat Juga :