Fahri Hamzah Minta MK Tak Jalan Mundur, Lanjutkan Tradisi Demokrasi Terbuka

Selasa, 13 Juni 2023 - 09:00 WIB
loading...
Fahri Hamzah Minta MK...
Fahri Hamzah meminta MK melanjutkan tradisi demokrasi di dalam masyarakat. Foto/dok.SINDOOnews
A A A
JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan akan memutuskan perkara tentang sistem Pemilu 2024 pada Kamis (15/6/2023) lusa. Terkait hal ini, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah bergarap bahwa hakim MK akan meneruskan tradisi demokrasi terbuka.

"Kami di Partai Gelora sangat berharap bahwa para Hakim kita yang mulia, di Mahkamah Konstitusi akan meneruskan tradisi demokrasi dan tradisi masyarakat demokrasi, serta tradisi pemilu demokratis atau demokrasi dalam pemilu," kata Fahri kepada wartawan, Selasa (13/6/2023).

Mantan Wakil Ketua DPR ini menjelaskan, berbicara mengenai tradisi demokrasi di masyarakat adalah pemilu terbuka. Karena jika berhubungan dengan masyarakat banyak, semakin terbuka pemilu akan semakin demokratis.



"Sebab dalam demokrasi, apabila itu menyangkut kepentingan umum terkait dengan masyarakat banyak, maka semakin terbuka artinya semakin demokratis," ujarnya.

Oleh karena itu, Fahri menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa kembali lagi ke belakang menganut paham tertutup, paham otoriter dan paham masyarakat tertutup.

"Karena kita sudah membuka negara ini, dan hasilnya luar biasa bagi kemajuan umum, kecerdasan umum dan kesadaran bahwa semua kita bertanggungjawab terhadap perbaikan bangsa kita ke depan," terangnya.

Oleh karena itu, Fahri menegaskan, jangan lagi menyerahkan urusan umum dan urusan publik kepada segelintir orang elite Indonesia.

"Tetapi harus diserahkan kepada seluruh rakyat Indonesia, agar semua berpartisipasi bagi kebaikan bersama," tandas legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
MK Gelar Wisuda Purnabakti...
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Rekomendasi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Menteri hingga Walikota...
Menteri hingga Walikota Ikut Pilpres Tak Perlu Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved