LSI Denny JA: Posisi Airlangga Menguat Jika Koalisi Perubahan Gagal Terbentuk
Senin, 05 Juni 2023 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
“Tapi, tentu itu bergantung pula pada kenekatan Airlangga Hartarto. Dia akan berhitung apa yang akan menimpa dirinya dan Partai Golkar jika berani mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres. Airlangga akan berkaca dari apa yang dialami Surya Paloh,” jelas Ade.
Selain itu, kata Ade, jika pada akhirnya Anies Baswedan juga tidak mendapatkan tiket capres dari Partai Golkar maka bursa cawapres di Pilpres 2024 akan bertambah. Peringkat pertama Cawapres 2024 akan mengerucut kepada Anies Baswedan versus Airlangga Hartarto karena masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahannya.
Anies Baswedan dinilai bisa menambah elektabilitas capres, berbeda dengan cawapres lain. Namun, Anies Baswedan tidak membawa partai besar, sumber dana, dan pengalaman di pemerintah pusat. Apalagi, Anies Baswedan dapat menjadi ancaman bagi sang capres karena bisa menjadi matahari kembar bagi presiden terpilih nanti.
“Sebaliknya, Airlangga Hartarto memang tidak menambah elektabilitas capres secara langsung melalui personal dirinya sendiri. Tapi, Airlangga bisa mempengaruhi elektabilitas capres secara tidak langsung. Itu karena Airlangga membawa mesin partai besar, sumber dana, dan pengalaman di pemerintah pusat untuk isu ekonomi,” terang Ade.
Dia mengungkapkan di luar Anies Baswedan dalam bursa cawapres yang mampu mendongkrak elektabilitas capres, Airlangga Hartarto tetap memperoleh indeks cawapres tertinggi. Index cawapres ini merupakan variabel yang menjadi pertimbangan penentuan cawapres, yakni elektabilitas, ketua umum partai politik, tokoh dari ormas besar, pengalaman pemerintahan, dan jaringan sumber dana.
Airlangga Hartarto unggul karena ada tiga variabel yang dimiliki, yakni ketua umum partai politik, pengalaman pemerintahan, dan jaringan sumber dana. Sedangkan, cawapres lain hanya memiliki satu atau dua variabel saja adalah Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Sandiaga Uno, Mahfud MD, dan Khofifah Indar Parawansa.
Ade melanjutkan jika Anies Baswedan gagal mendapatkan tiket capres di Pilpres 2024, ada beberapa opsi yang bisa dipilihnya. Anies Baswedan bisa bertarung kembali di Pilkada DKI Jakarta 2024-2029 atau masuk dalam bursa cawapres.
“Apa pun yang dipilihnya, Anies tentu memilih membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan tiket capres di 2029. Satu periode menjadi orang nomor satu di Jakarta tentu menjadi modal utama Anies untuk maju kembali di Pilkada DKI 2024,” papar Ade.
Selain itu, kata Ade, jika pada akhirnya Anies Baswedan juga tidak mendapatkan tiket capres dari Partai Golkar maka bursa cawapres di Pilpres 2024 akan bertambah. Peringkat pertama Cawapres 2024 akan mengerucut kepada Anies Baswedan versus Airlangga Hartarto karena masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahannya.
Anies Baswedan dinilai bisa menambah elektabilitas capres, berbeda dengan cawapres lain. Namun, Anies Baswedan tidak membawa partai besar, sumber dana, dan pengalaman di pemerintah pusat. Apalagi, Anies Baswedan dapat menjadi ancaman bagi sang capres karena bisa menjadi matahari kembar bagi presiden terpilih nanti.
“Sebaliknya, Airlangga Hartarto memang tidak menambah elektabilitas capres secara langsung melalui personal dirinya sendiri. Tapi, Airlangga bisa mempengaruhi elektabilitas capres secara tidak langsung. Itu karena Airlangga membawa mesin partai besar, sumber dana, dan pengalaman di pemerintah pusat untuk isu ekonomi,” terang Ade.
Dia mengungkapkan di luar Anies Baswedan dalam bursa cawapres yang mampu mendongkrak elektabilitas capres, Airlangga Hartarto tetap memperoleh indeks cawapres tertinggi. Index cawapres ini merupakan variabel yang menjadi pertimbangan penentuan cawapres, yakni elektabilitas, ketua umum partai politik, tokoh dari ormas besar, pengalaman pemerintahan, dan jaringan sumber dana.
Airlangga Hartarto unggul karena ada tiga variabel yang dimiliki, yakni ketua umum partai politik, pengalaman pemerintahan, dan jaringan sumber dana. Sedangkan, cawapres lain hanya memiliki satu atau dua variabel saja adalah Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Sandiaga Uno, Mahfud MD, dan Khofifah Indar Parawansa.
Ade melanjutkan jika Anies Baswedan gagal mendapatkan tiket capres di Pilpres 2024, ada beberapa opsi yang bisa dipilihnya. Anies Baswedan bisa bertarung kembali di Pilkada DKI Jakarta 2024-2029 atau masuk dalam bursa cawapres.
“Apa pun yang dipilihnya, Anies tentu memilih membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan tiket capres di 2029. Satu periode menjadi orang nomor satu di Jakarta tentu menjadi modal utama Anies untuk maju kembali di Pilkada DKI 2024,” papar Ade.
Lihat Juga :