MUI: Nilai-nilai Pancasila Sesuai Ajaran Islam
Kamis, 01 Juni 2023 - 22:10 WIB
loading...
A
A
A
"Pada prinsipnya bahwa Pancasila sangat sesuai dengan agama Islam, karena tidak ada satu pun norma yang terdapat dalam sila Pancasila yang bertentangan dengan Al-Qur'an maupun Hadits yang menjadi pedoman kehidupan umat Islam," kata KH Ahmad Zubaidi di Jakarta, Kamis (1/6/2023).
Sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Menurut Kiai Zubaidi, ini menunjukkan sebuah kedewasaan umat Islam dalam rangka membangun kebersamaan, mengingat Indonesia adalah bangsa yang majemuk, berbeda suku, agama dan ras. Semua itu, dipersatukan dengan Pancasila.
Ia mengungkapkan, dalam Al-Qur'an ada kalimat yang disebut dengan kalimatun sawa, titik temu. Bagaimana mencari persamaan atau persatuan, bukan memperdebatkan perbedaan.
"Islam nggak ego, yang penting adalah poinnya esensinya didapatkan, bagaimana para pendahulu kita dalam memikirkan bangsa ini memperjuangkan bangsa ini. Mereka berpikir untuk semua bukan hanya berpikir untuk diri sendiri atau kelompoknya," kata KH Ahmad Zubaidi.
Dalam sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menurut KH Ahmad, Islam sangat menjungjung tinggi keadilan dan kemanusiaan. Saling menghargai, menghormati orang tua, mengajarkan adab, dan kesopanan. Teladan Nabi Muhammad SAW menjadi role model dalam berkehidupan sosial.
Selain itu, Islam juga mengajarkan persatuan ukhuwah Islamiyah (saudara seiman), ukhwah watoniyah (saudara sebangsa), ukhwah basariah (saudara dalam kemanusiaan) yang dilandasi dalam Surat Al-Hujurat ayat 13. Artinya mana Allah telah menciptakan manusia bersuku berbangsa-bangsa dan agar saling kenal.
Sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Menurut Kiai Zubaidi, ini menunjukkan sebuah kedewasaan umat Islam dalam rangka membangun kebersamaan, mengingat Indonesia adalah bangsa yang majemuk, berbeda suku, agama dan ras. Semua itu, dipersatukan dengan Pancasila.
Ia mengungkapkan, dalam Al-Qur'an ada kalimat yang disebut dengan kalimatun sawa, titik temu. Bagaimana mencari persamaan atau persatuan, bukan memperdebatkan perbedaan.
"Islam nggak ego, yang penting adalah poinnya esensinya didapatkan, bagaimana para pendahulu kita dalam memikirkan bangsa ini memperjuangkan bangsa ini. Mereka berpikir untuk semua bukan hanya berpikir untuk diri sendiri atau kelompoknya," kata KH Ahmad Zubaidi.
Dalam sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menurut KH Ahmad, Islam sangat menjungjung tinggi keadilan dan kemanusiaan. Saling menghargai, menghormati orang tua, mengajarkan adab, dan kesopanan. Teladan Nabi Muhammad SAW menjadi role model dalam berkehidupan sosial.
Selain itu, Islam juga mengajarkan persatuan ukhuwah Islamiyah (saudara seiman), ukhwah watoniyah (saudara sebangsa), ukhwah basariah (saudara dalam kemanusiaan) yang dilandasi dalam Surat Al-Hujurat ayat 13. Artinya mana Allah telah menciptakan manusia bersuku berbangsa-bangsa dan agar saling kenal.
Lihat Juga :