Kapolri Instruksikan Kesetaraan Gender hingga Pemberantasan Perdagangan Orang
Rabu, 31 Mei 2023 - 18:13 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri di Pusat Misi Internasional Polri, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (31/5/2023). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan beberapa instruksi kepada semua jajaran Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri mulai dari kesetaraan gender hingga pemberantasan kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Instruksi itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri di Pusat Misi Internasional Polri, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (31/5/2023). Terkait kesetaraan gender, Sigit mengatakan, Polri saat ini terus fokus untuk menambah jumlah personel polisi wanita sebagai pasukan perdamaian dunia.
"Tentunya ada beberapa hal yang juga terus kita upayakan untuk diangkat, bagaimana kita mencoba untuk meningkatkan khususnya terkait masalah kesetaraan gender dengan menambah jumlah personel FPU ini. Sehingga kemudian jumlah personel wanita bisa terus bertambah dan ini tentunya menjadi progres kita, karena kita memang konsen terhadap hal tersebut," ujar Sigit dalam keterangannya, Rabu (31/5/2023).
Baca juga: Berantas Perdagangan Orang, Kapolri: Kita Akan Tindak Tegas Siapa Pun yang Terlibat
Sigit juga meminta semua personel Divisi Hubinter Polri dapat berperan secara aktif dalam rangka pemberantasan kasus kejahatan TPPO khususnya untuk warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. "Kemudian terkait masalah TPPO yang saat ini menjadi perhatian internasional. Saya minta juga dari Hubinter untuk kemudian bisa kerja sama dengan negara-negara counterpart (mitra)," ucap Sigit.
Menurut Sigit, personel kepolisian yang bertugas di negara lain harus mengusut semua kelompok maupun sindikat kejahatan TPPO yang menyasar WNI. Sebab, kata Sigit, ada 5-9 juta WNI yang bekerja di luar negeri berangkat dengan cara yang ilegal.
Instruksi itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri di Pusat Misi Internasional Polri, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (31/5/2023). Terkait kesetaraan gender, Sigit mengatakan, Polri saat ini terus fokus untuk menambah jumlah personel polisi wanita sebagai pasukan perdamaian dunia.
"Tentunya ada beberapa hal yang juga terus kita upayakan untuk diangkat, bagaimana kita mencoba untuk meningkatkan khususnya terkait masalah kesetaraan gender dengan menambah jumlah personel FPU ini. Sehingga kemudian jumlah personel wanita bisa terus bertambah dan ini tentunya menjadi progres kita, karena kita memang konsen terhadap hal tersebut," ujar Sigit dalam keterangannya, Rabu (31/5/2023).
Baca juga: Berantas Perdagangan Orang, Kapolri: Kita Akan Tindak Tegas Siapa Pun yang Terlibat
Sigit juga meminta semua personel Divisi Hubinter Polri dapat berperan secara aktif dalam rangka pemberantasan kasus kejahatan TPPO khususnya untuk warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. "Kemudian terkait masalah TPPO yang saat ini menjadi perhatian internasional. Saya minta juga dari Hubinter untuk kemudian bisa kerja sama dengan negara-negara counterpart (mitra)," ucap Sigit.
Menurut Sigit, personel kepolisian yang bertugas di negara lain harus mengusut semua kelompok maupun sindikat kejahatan TPPO yang menyasar WNI. Sebab, kata Sigit, ada 5-9 juta WNI yang bekerja di luar negeri berangkat dengan cara yang ilegal.
Lihat Juga :