Gus Yahya Sebut Politik Identitas Berbahaya bagi Masyarakat
Kamis, 25 Mei 2023 - 12:43 WIB
loading...
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (dua dari kanan) bersama Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (dua dari kiri) memberikan keterangan pers di Kantor PBNU, Kamis (25/5/2023). FOTO/MPI/RIYAN RIZKI ROSHALI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menolak tegas adanya politik identitas di Pemilu 2024. Menurutnya, politik identitas merupakan kompetisi tanpa rasionalitas.
Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf itu juga berpendapat bahwa politik identitas berbahaya bagi masyarakat luas.
"Kami memandang politik identitas ini berbahaya bagi masyarakat secara keseluruhan, karena itu akan mendorong perpecahan di masyarakat," katanya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/5/2023).
Gus Yahya menjelaskan, politik identitas semata menyandarkan penggalangan dukungan berdasarkan asas primordial semata. Primordial yang dimaksud adalah perasaan-perasaan dimiliki oleh seseorang yang sangat menjunjung tinggi ikatan sosial yang berupa nilai-nilai norma dan kebiasaan yang bersumber dari etnik, ras, tradisi, dan kebudayaan yang dibawa.
Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf itu juga berpendapat bahwa politik identitas berbahaya bagi masyarakat luas.
"Kami memandang politik identitas ini berbahaya bagi masyarakat secara keseluruhan, karena itu akan mendorong perpecahan di masyarakat," katanya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/5/2023).
Gus Yahya menjelaskan, politik identitas semata menyandarkan penggalangan dukungan berdasarkan asas primordial semata. Primordial yang dimaksud adalah perasaan-perasaan dimiliki oleh seseorang yang sangat menjunjung tinggi ikatan sosial yang berupa nilai-nilai norma dan kebiasaan yang bersumber dari etnik, ras, tradisi, dan kebudayaan yang dibawa.
Lihat Juga :