Nasaruddin Umar Ingatkan Tidak Boleh Kampanye di Masjid

Sabtu, 20 Mei 2023 - 02:21 WIB
loading...
Nasaruddin Umar Ingatkan...
Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengingatkan tidak boleh berkampanye di masjid atau rumah ibadah. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengingatkan tidak boleh berkampanye di masjid atau rumah ibadah. Larangan bagi para peserta pemilu untuk melakukan kampanye di tempat ibadah, pendidikan, serta fasilitas pemerintah sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

“Itu kan UU, itu yang kita sampaikan ke dalam kalau ada tidak boleh menggunakan masjid atau rumah ibadah apa pun ya untuk menampilkan kampanye politik,” ujar Nasaruddin di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2023).

Nasaruddin menilai larangan tersebut baik agar tidak terjadi perpecahan antarumat beragama. Selain itu, bisa meminimalisir terciptanya isu politik identitas.

Baca juga: Persilakan Tokoh Agama Ikut Pemilu 2024, Nasaruddin Umar: Jangan Eksploitasi Ayat Suci

“Jadi kami ini adalah bersedia dipinjam mulutnya oleh KPU dalam rangka menciptakan validitas bangsa dan umat yang lebih baik,” katanya.

Kendati demikian, dia yakin isu politik identitas akan mereda pada Pemilu 2024, tidak seperti pada Pemilu 2019. Sebab, dia melihat pengetahuan masyarakat mengenai politik saat ini berkembang baik.

"Insyaallah kalau saya bayangkan ya itu nanti akan mereda. Kan kematangan beragama kematangan berpolitik masyarakat Indonesia semakin bagus ya," tuturnya.

Diketahui, kedatangan Nasaruddin ke Kantor KPU untuk menciptakan sinergitas antara KPU dengan Majelis Tinggi Agama (MTA) guna menciptakan kedamaian antar masyarakat pada Pemilu 2024. Dirinya menyebut kerja sama ini merupakan tradisi baru yang dilakukan.

"Ini sebuah tradisi baru yang akan kita lakukan, kerja sama Majelis Tinggi Agama dengan KPU, dan ini saya kira belum pernah dilakukan sebelumnya ya," ujar Nasaruddin.

Ia mengaku sinergitas ini dibangun agar masyarakat bisa tetap hidup rukun saat Pemilu 2024 meski memiliki perbedaan pandangan politik. Sebab, isu politik jika dikaitkan dengan agama berpotensi menimbulkan kericuhan di masyarakat.

"Maksudnya bagaimana supaya di dalam pesta demokrasi itu tidak mengganggu harmoni antarumat beragama maupun internal antar umat beragama itu ya," jelasnya.

Nasaruddin mengaku pihaknya akan memberikan arahan kepada anggota-anggota majelis di tingkat daerah tentang pemahaman agama dalam menghadapi Pemilu 2024.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Dorong Perbaikan...
KPK Dorong Perbaikan Sistem Pembiayaan Politik, Termasuk Pembatasan Biaya Kampanye
Madam Halimah Yacob...
Madam Halimah Yacob Membuka Harmony in Diversity Award Perdana di Jakarta
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15—16 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Viral! Masjid Ini Sediakan...
Viral! Masjid Ini Sediakan Gym Gratis, Jemaah Bisa Fitness sesudah Salat Berjamaah
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Rekomendasi
Supercar Lamborghini...
Supercar Lamborghini Revuelto Impavido Terinspirasi dari Samurai
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Trisno Pas Band Kritis,...
Trisno Pas Band Kritis, Gagal Ginjal dan Alami Sumbatan di Otak
Berita Terkini
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved