Gangguan Cuaca, BMKG Prakirakan Curah Hujan Meningkat Sepekan ke Depan
Jum'at, 19 Mei 2023 - 11:58 WIB
loading...
BMKG mendeteksi sejumlah gangguan cuaca seperti adanya gelombang atmosfer Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, dan sirkulasi siklonik. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sejumlah gangguan cuaca seperti adanya gelombang atmosfer Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, dan sirkulasi siklonik. Sehingga, faktor gangguan ini mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia sepekan ke depan atau hingga 25 Mei 2023 mendatang.
BMKG mengatakan selama sepekan ke depan, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator diprakirakan aktif di Kalimantan bagian utara dan Sulawesi bagian utara. Sementara itu, gelombang Kelvin diprakirakan akan aktif di Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
Baca juga: Waspada! Gelombang Laut hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia dari 18-19 Mei
“Sirkulasi siklonik terpantau di perairan timur Filipina dan di Samudera Hindia barat Sumatera yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Utara Kalimantan, dari Sulawesi Tengah hingga Laut Sulawesi, serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudera Hindia barat Bengkulu dan di perairan timur Filipina,” ujar BMKG dikutip dari laman resminya, Jumat (19/5/2023).
Sementara itu, BMKG juga mengatakan daerah konvergensi juga terpantau memanjang di Sumatera Barat, di Bengkulu, di Jambi, di Belitung, di Jawa Timur, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur, di Sulawesi bagian tengah, di perairan selatan Sulawesi Tenggara, di Papua Barat, dan di Papua serta daerah konfluensi di Kepulauan Riau.
BMKG mengatakan selama sepekan ke depan, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator diprakirakan aktif di Kalimantan bagian utara dan Sulawesi bagian utara. Sementara itu, gelombang Kelvin diprakirakan akan aktif di Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
Baca juga: Waspada! Gelombang Laut hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia dari 18-19 Mei
“Sirkulasi siklonik terpantau di perairan timur Filipina dan di Samudera Hindia barat Sumatera yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Utara Kalimantan, dari Sulawesi Tengah hingga Laut Sulawesi, serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudera Hindia barat Bengkulu dan di perairan timur Filipina,” ujar BMKG dikutip dari laman resminya, Jumat (19/5/2023).
Sementara itu, BMKG juga mengatakan daerah konvergensi juga terpantau memanjang di Sumatera Barat, di Bengkulu, di Jambi, di Belitung, di Jawa Timur, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur, di Sulawesi bagian tengah, di perairan selatan Sulawesi Tenggara, di Papua Barat, dan di Papua serta daerah konfluensi di Kepulauan Riau.
Lihat Juga :