Membangun Budaya Tabayyun untuk Hindari Hoaks
Minggu, 14 Mei 2023 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika teman-teman saya sudah ngomongin politik, sudah bahasanya kasar, saya langsung mematikan notifikasi status-status dia di media sosial. Ada beberapa yang saya langsung unfriend, kenapa? Karena dimulai dari situ, kita memilih siapa teman kita," kata Doktor lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) ini.
"Matikan saja notifikasinya, jangan muncul di wall kita, itu jauh lebih aman. Karena itu tadi kriteria yang ketiga, bermain tidak sadar, ketika kita dalam kondisi emosinya tidak bagus," ujarnya.
Selain itu, Kang Arul juga menegaskan pentingnya kesadaran diri untuk meningkatkan literasi dan verifikasi melalui berbagai informasi dan platform yang tersedia seperti kanal cek fakta dan lainnya. Dengan begitu seseorang akan memiliki kehatihatian dalam menerima atau meneruskan informasi.
Dalam perspektif agama, Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengungkapkan pentingnya bertabayyun dalam agama, yang tercantum dalam Al-Quran, Surat Al Hujurat ayat 6.
"Ketika datang informasi kepada dirimu, maka harus bertabayyun, mengecek gitulah, ini cek nih siapa yang menginformasikan, siapa ini asalnya dari mana, isinya apa, jadi jangan buru-buru ditelan," katanya.
"Matikan saja notifikasinya, jangan muncul di wall kita, itu jauh lebih aman. Karena itu tadi kriteria yang ketiga, bermain tidak sadar, ketika kita dalam kondisi emosinya tidak bagus," ujarnya.
Selain itu, Kang Arul juga menegaskan pentingnya kesadaran diri untuk meningkatkan literasi dan verifikasi melalui berbagai informasi dan platform yang tersedia seperti kanal cek fakta dan lainnya. Dengan begitu seseorang akan memiliki kehatihatian dalam menerima atau meneruskan informasi.
Dalam perspektif agama, Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengungkapkan pentingnya bertabayyun dalam agama, yang tercantum dalam Al-Quran, Surat Al Hujurat ayat 6.
"Ketika datang informasi kepada dirimu, maka harus bertabayyun, mengecek gitulah, ini cek nih siapa yang menginformasikan, siapa ini asalnya dari mana, isinya apa, jadi jangan buru-buru ditelan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :