Yanuar Nugroho Paparkan SDGs Financing Hub dalam Peluncuran Indonesia Impact Alliance
Kamis, 11 Mei 2023 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Yanuar juga menegaskan bahwa investasi yang berdampak ini merupakan sesuatu yang mempunyai perspektif yang jauh dan luas, dapat mencapai 10-20 tahun ke depan.
"Impact investment ini nantinya harus bisa mencapai 10-20 tahun ke depan, nantinya dapat membangun dan membentuk masa depan. Hal ini seharusnya memang terjadi bahkan sebelum adanya pandemi. Pandemi Covid-19 menyebabkan financing gap sebesar satu triliun dolar, kemudian diproyeksinya meningkat pasca-Covid. Hal ini mengakibatkan perlu adanya payung besar, dalam berbagai bentuk pembiayaan pembangunan," jelas Yanuar dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (11/5/2023).
Demi mewujudkan hal tersebut, IIA adalah salah satu jembatan yang menyatukan berbagai investor dan stakeholder untuk kembali membangun dan berinvestasi yang berdampak pada semua sektor, ekonomi, lingkungan hidup, sampai usaha UMKM yang ada. Integrated National Financing Framework (INFF), sebagai bagian dari program IIA dapat menjadi pintu masuk bagi stakeholder dan investor untuk menyalurkan dana-dana yang ada.
Menurut Yanuar, pihaknya sudah memiliki SDGs Financing Hub yang menjadi fasilitas pengembangan ekosistem untuk kreasi bersama dan kolaborasi strategis di antara berbagai pemangku kepentingan. "Pembentukan platform atau fasilitas investasi yang mengambil “risiko lebih tinggi” dan berinvestasi dalam “proyek” yang lebih kecil dengan potensi pertumbuhan sebuah daerah. Contoh konkretnya sudah kami lakukan kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi," ujarnya.
Fasilitas SDGs Financing Hub yang sudah dijelaskan oleh Bappenas selaku perwakilan pemerintah pusat diharapkan dapat digunakan dengan baik oleh para investor dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan investasi. "Investasi yang memiliki dampak terhadap setiap sektor kehidupan ini juga menjadi tujuan SDGs Indonesia, agar setiap provinsi di Indonesia terus berkembang dan menyejahterakan masyarakat."
"Impact investment ini nantinya harus bisa mencapai 10-20 tahun ke depan, nantinya dapat membangun dan membentuk masa depan. Hal ini seharusnya memang terjadi bahkan sebelum adanya pandemi. Pandemi Covid-19 menyebabkan financing gap sebesar satu triliun dolar, kemudian diproyeksinya meningkat pasca-Covid. Hal ini mengakibatkan perlu adanya payung besar, dalam berbagai bentuk pembiayaan pembangunan," jelas Yanuar dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (11/5/2023).
Demi mewujudkan hal tersebut, IIA adalah salah satu jembatan yang menyatukan berbagai investor dan stakeholder untuk kembali membangun dan berinvestasi yang berdampak pada semua sektor, ekonomi, lingkungan hidup, sampai usaha UMKM yang ada. Integrated National Financing Framework (INFF), sebagai bagian dari program IIA dapat menjadi pintu masuk bagi stakeholder dan investor untuk menyalurkan dana-dana yang ada.
Menurut Yanuar, pihaknya sudah memiliki SDGs Financing Hub yang menjadi fasilitas pengembangan ekosistem untuk kreasi bersama dan kolaborasi strategis di antara berbagai pemangku kepentingan. "Pembentukan platform atau fasilitas investasi yang mengambil “risiko lebih tinggi” dan berinvestasi dalam “proyek” yang lebih kecil dengan potensi pertumbuhan sebuah daerah. Contoh konkretnya sudah kami lakukan kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi," ujarnya.
Fasilitas SDGs Financing Hub yang sudah dijelaskan oleh Bappenas selaku perwakilan pemerintah pusat diharapkan dapat digunakan dengan baik oleh para investor dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan investasi. "Investasi yang memiliki dampak terhadap setiap sektor kehidupan ini juga menjadi tujuan SDGs Indonesia, agar setiap provinsi di Indonesia terus berkembang dan menyejahterakan masyarakat."
(zik)
Lihat Juga :