Kasus Peneliti BRIN, Rektor UMJ Jawab 18 Pertanyaan Penyidik Bareskrim
Selasa, 09 Mei 2023 - 17:46 WIB
loading...
Rektor UMJ Mamun Murod seusai dimintai keterangan penyidik Bareskrim sebagai saksi kasus penelitin BRIN Andi Pangerang Hasanuddin. Foto: MPI/Puteranegara
A
A
A
JAKARTA - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma'mun Murod Albarbasyi diperiksa penyidik Bareskrim Polri terkait penyidikan kasus peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin . Selain menjawab 18 pertanyaan penyidik, Ma’mun juga menyampaikan data-data tambahan.
"Terkait dengan data berkenaan dengan kasus ini terutama postingan Mas Hassanudin yang lainnya. Tidak ada yang baru dan kita hanya menyampaikan beberapa data yang diperlukan oleh pihak penyidik yang lainnya tidak ada yang baru," kata Ma'mun usai diperiksa sebagai saksi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2023).
Menurut Ma'mun, dirinya diperiksa oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dengan total 18 pertanyaan terkait penyidikan kasus tersebut.
Baca juga: Datangi Bareskrim, 3 Kader Muhammadiyah Beri Kesaksian Kasus AP Hasanuddin
"Ya pemeriksaannya santai saja ada 18 pertanyaan dan hanya menyampaikan beberapa hal mungkin data tambahan justru terkait kajian dari majelis pustaka dan informasi Muhammadiyah," ujarnya.
"Terkait dengan data berkenaan dengan kasus ini terutama postingan Mas Hassanudin yang lainnya. Tidak ada yang baru dan kita hanya menyampaikan beberapa data yang diperlukan oleh pihak penyidik yang lainnya tidak ada yang baru," kata Ma'mun usai diperiksa sebagai saksi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2023).
Menurut Ma'mun, dirinya diperiksa oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dengan total 18 pertanyaan terkait penyidikan kasus tersebut.
Baca juga: Datangi Bareskrim, 3 Kader Muhammadiyah Beri Kesaksian Kasus AP Hasanuddin
"Ya pemeriksaannya santai saja ada 18 pertanyaan dan hanya menyampaikan beberapa hal mungkin data tambahan justru terkait kajian dari majelis pustaka dan informasi Muhammadiyah," ujarnya.
Lihat Juga :