Koalisi Pengusung Anies Berharap Presiden Jokowi Netral di Pilpres 2024
Jum'at, 05 Mei 2023 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga merespons pertemuan antara Demokrat dengan PKB dan Golkar, PKS dengan PPP, hingga pertemuan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Kata Sohibul, semua pertemuan tersebut tak mengganggu soliditas KPP.
Sebab, kata dia, semua partai yang tergabung dalam KPP masih kuat imannya atau pendiriannya. "Karena memang kami semuanya terbuka, sebelum pertemuan, itu kami sampaikan besok akan ada pertemuan antara partai saya dengan partai a-b, demikian juga teman-teman Nasdem dan juga Demokrat. Setelah pertemuan, kami juga share apa yang menjadi pembicaraan, jadi semuanya kami sangat terbuka,” ujarnya.
Dia menuturkan, hal tersebut menguatkan KPP. "Jadi kalau teman-teman banyak yang bertanya, misalkan meragukan, gimana kondisinya koalisi? Saya katakan baik-baik saja, dengan segala dinamika yang ada," katanya.
Dia mengungkapkan internal KPP tidak melihat sejumlah manuver politik tersebut sebagai upaya pengkhianatan. Namun, semua itu dilihat sebagai bagian dari kedewasaan berpolitik, pilihan koalisi bisa berbeda, tetapi tetap membangun persahabatan.
"Ya tentu saja kami juga ingin menguatkan koalisi ini ya, Kalau Cak Imin mengatakan ingin menggoda Demokrat, sebaliknya ketika saya tanya teman-teman, Demokrat ingin menggoda PKB untuk masuk gitu. Jadi itu biasa saja," pungkasnya.
Sebab, kata dia, semua partai yang tergabung dalam KPP masih kuat imannya atau pendiriannya. "Karena memang kami semuanya terbuka, sebelum pertemuan, itu kami sampaikan besok akan ada pertemuan antara partai saya dengan partai a-b, demikian juga teman-teman Nasdem dan juga Demokrat. Setelah pertemuan, kami juga share apa yang menjadi pembicaraan, jadi semuanya kami sangat terbuka,” ujarnya.
Dia menuturkan, hal tersebut menguatkan KPP. "Jadi kalau teman-teman banyak yang bertanya, misalkan meragukan, gimana kondisinya koalisi? Saya katakan baik-baik saja, dengan segala dinamika yang ada," katanya.
Dia mengungkapkan internal KPP tidak melihat sejumlah manuver politik tersebut sebagai upaya pengkhianatan. Namun, semua itu dilihat sebagai bagian dari kedewasaan berpolitik, pilihan koalisi bisa berbeda, tetapi tetap membangun persahabatan.
"Ya tentu saja kami juga ingin menguatkan koalisi ini ya, Kalau Cak Imin mengatakan ingin menggoda Demokrat, sebaliknya ketika saya tanya teman-teman, Demokrat ingin menggoda PKB untuk masuk gitu. Jadi itu biasa saja," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :