Kak Seto Minta Intoleransi dan Diskriminasi Dijauhkan dari Lingkungan Pendidikan
Jum'at, 05 Mei 2023 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) yang seringkali hanya ini yang terlalu ditekankan. Dampak negatif dari penekanan iptek yang berlebihan adalah anak stres. Jika anak stres, maka bisa memicu tawuran, bullying, atau melakukan tindakan kekerasan.
"Keempat adalah nasionalisme. Hal Ini juga terkadang kurang ditampilkan dan ditekankan, bahwa kita berbeda itu dalam sebuah kerangka Bhinneka Tunggal Ika, harus bisa saling bekerja sama," tutur Kak Seto.
Kelima, kesehatan. Menurut Kak Seto, tidak hanya fisik tapi juga mental yang terkadang kurang diperhatikan. "Kesehatan mental itu dijaga dengan tidak saling menghujat, menghina, mem-bully, melanggar norma adat istiadat ataupun agama. Jika kesehatan mentalnya terjaga, maka anak akan tidak mudah baper (bawa perasaan) dan marah," katanya.
Kak Seto menjelaskan, makna pendidikan jika mengacu pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana pembelajaran agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Karena itu, seharusnya pendidikan memunculkan potensi diri dari dalam, bukan memberi dari atas. Bukan sekadar memberikan hafalan, indoktrinasi, perintah dan sebagainya, sehingga anak-anak lebih diperlakukan sering sebagai objek, bukan sebagai subjek.
Ia mencontohkan, ada lima Rudi yang hebat. Mereka adalah Rudy Habibie, sapaan akrab Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie yang merupakan Presiden ke-3 RI; Rudi Hartono, juara ulu tangkis internasional; Rudy Hadisuwarno, pintar memotong rambut; Rudi Salam, pintar akting; dan Rudy Choirudin yang pintar memasak.
"Keempat adalah nasionalisme. Hal Ini juga terkadang kurang ditampilkan dan ditekankan, bahwa kita berbeda itu dalam sebuah kerangka Bhinneka Tunggal Ika, harus bisa saling bekerja sama," tutur Kak Seto.
Kelima, kesehatan. Menurut Kak Seto, tidak hanya fisik tapi juga mental yang terkadang kurang diperhatikan. "Kesehatan mental itu dijaga dengan tidak saling menghujat, menghina, mem-bully, melanggar norma adat istiadat ataupun agama. Jika kesehatan mentalnya terjaga, maka anak akan tidak mudah baper (bawa perasaan) dan marah," katanya.
Kak Seto menjelaskan, makna pendidikan jika mengacu pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana pembelajaran agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Karena itu, seharusnya pendidikan memunculkan potensi diri dari dalam, bukan memberi dari atas. Bukan sekadar memberikan hafalan, indoktrinasi, perintah dan sebagainya, sehingga anak-anak lebih diperlakukan sering sebagai objek, bukan sebagai subjek.
Ia mencontohkan, ada lima Rudi yang hebat. Mereka adalah Rudy Habibie, sapaan akrab Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie yang merupakan Presiden ke-3 RI; Rudi Hartono, juara ulu tangkis internasional; Rudy Hadisuwarno, pintar memotong rambut; Rudi Salam, pintar akting; dan Rudy Choirudin yang pintar memasak.
Lihat Juga :