100.000 Orang Kepung Jakarta pada Hari Buruh 1 Mei, Dihadiri Salah Satu Capres 2024
Sabtu, 29 April 2023 - 10:33 WIB
loading...
Sebanyak 100.000 orang akan mengepung Jakarta untuk memperingati Hari Buruh Internasional pada Senin, 1 Mei 2023. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 100.000 orang akan mengepung Jakarta untuk memperingati Hari Buruh Internasional pada Senin, 1 Mei 2023. Peringatan Hari Buruh tersebut rencananya dihadiri oleh salah satu calon presiden (capres) 2024.
Ketua Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan, 100.000 buruh se-Jabodetabek nantinya berkumpul di Istora Senayan, Jakarta Selatan. Mereka akan mengikuti kegiatan bertajuk May Day Fiesta.
"(Nantinya) akan ada calon presiden (capres) yang akan jadir dalam May Day Fiesta di Istora Senayan untuk memberikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/4/2023).
Dalam aksi tersebut, buruh juga akan menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah. Buruh akan menyuarakan pencabutan Omnibus Law UU Cipta Kerja; ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold 4%; pengesahan RUU Pekerja Rumah Tangga (PRT); penolakan terhadap Rancangan Undang Undang (RUU) Kesehatan; Reformasi Agraria dan Kedaulatan Pangan; dan memilih Presiden 2024 yang proburuh dan kelas pekerja.
Ketua Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan, 100.000 buruh se-Jabodetabek nantinya berkumpul di Istora Senayan, Jakarta Selatan. Mereka akan mengikuti kegiatan bertajuk May Day Fiesta.
"(Nantinya) akan ada calon presiden (capres) yang akan jadir dalam May Day Fiesta di Istora Senayan untuk memberikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/4/2023).
Dalam aksi tersebut, buruh juga akan menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah. Buruh akan menyuarakan pencabutan Omnibus Law UU Cipta Kerja; ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold 4%; pengesahan RUU Pekerja Rumah Tangga (PRT); penolakan terhadap Rancangan Undang Undang (RUU) Kesehatan; Reformasi Agraria dan Kedaulatan Pangan; dan memilih Presiden 2024 yang proburuh dan kelas pekerja.
Lihat Juga :