Tes Covid-19 Lebih Banyak, IDI: Bisa Ketemu 200 Ribu Kasus Positif
Selasa, 21 Juli 2020 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
"Masalahnya, inspection rate yang tinggi amat mengkhawatirkan, karena kalau diperiksanya makin banyak bisa ketemu 100 ribu bahkan 200 ribu (kasus positif). Kita harus lebih ketat untuk mengubah perilaku ke adaptasi baru," ujar Zubairi saat dihubungi SINDOnews.
PB IDI mengkhawatirkan banyaknya klaster baru, seperti di Jawa Timur dan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat di Bandung. Belakangan, muncul beberapa klaster di Semarang, Jawa Tengah, yakni perusahaan dan pesta pernikahan. Masyarakat diminta mewaspadai penularan virus Sars Cov-II yang tidak lagi menular melalui droplets atau percikan, tapi kemungkinan lewat udara juga.
"Saya sudah menduga dari awal melihat klaster besar (dunia). Ada di kapal Pesiar di Yokohama, kapal induk Prancis, dan lebih dari 40 kapal pesiar yang jumlah orang terinfeksinya banyak banget. Kemudian, sebuah gereja di Korea Selatan dari 1 orang menjadi 5.000 lebih," terangnya.
Di Indonesia, kejadian serupa pernah terjadi di masjid di kawasan Taman Sari, Gowa, gereja Bethel di Bandung, dan seminar gereja Protestan di Bogor. Intinya, berada di ruangan tertutup dan banyak orang dalam waktu lama itu berisiko tinggi terjadi penularan Covid-19. (Baca juga: PB IDI Siap Bantu Pelaksanaan Pilkada Serentak ).
Zubairi menyebut angkutan umum, seperti bus dan kereta rel listrik, serta restoran dan bioskop, merupakan tempat yang potensial terjadi penularan. Beberapa negara telah mengalami penurunan kasus sekarang menghadapi munculnya klaster baru, seperti Leicester di Inggris dan Spanyol.
PB IDI mengkhawatirkan banyaknya klaster baru, seperti di Jawa Timur dan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat di Bandung. Belakangan, muncul beberapa klaster di Semarang, Jawa Tengah, yakni perusahaan dan pesta pernikahan. Masyarakat diminta mewaspadai penularan virus Sars Cov-II yang tidak lagi menular melalui droplets atau percikan, tapi kemungkinan lewat udara juga.
"Saya sudah menduga dari awal melihat klaster besar (dunia). Ada di kapal Pesiar di Yokohama, kapal induk Prancis, dan lebih dari 40 kapal pesiar yang jumlah orang terinfeksinya banyak banget. Kemudian, sebuah gereja di Korea Selatan dari 1 orang menjadi 5.000 lebih," terangnya.
Di Indonesia, kejadian serupa pernah terjadi di masjid di kawasan Taman Sari, Gowa, gereja Bethel di Bandung, dan seminar gereja Protestan di Bogor. Intinya, berada di ruangan tertutup dan banyak orang dalam waktu lama itu berisiko tinggi terjadi penularan Covid-19. (Baca juga: PB IDI Siap Bantu Pelaksanaan Pilkada Serentak ).
Zubairi menyebut angkutan umum, seperti bus dan kereta rel listrik, serta restoran dan bioskop, merupakan tempat yang potensial terjadi penularan. Beberapa negara telah mengalami penurunan kasus sekarang menghadapi munculnya klaster baru, seperti Leicester di Inggris dan Spanyol.
(zik)
Lihat Juga :