Potensi Perbedaan Idulfitri, MUI Beri Penjelasan Begini
Kamis, 20 April 2023 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
"Karena itu perlu ada semangat saling menghormati atas terjadinya perbedaan tersebut. Perbedaan yang didasarkan pada petimbangan ilmu akan melahirkan kesepahaman (tafahum); bukan pertentangan (tanazu') dan permusuhan ('adawah). Karenanya, beragama perlu dengan ilmu sehingga muncul spirit harmoni dan kebersamaan," ucapnya.
Lebih lanjut, terhadap perbedaan tersebut, bagi yang menggunakan ijtihad dengan patokan wujudul hilal, kata Niam dan bagi yang meyakini serta mengikuti pandangan bahwa Idulfitri jatuh pada hari Jumat. Maka hari Jumat ia melaksanakan salat Idulfitri dan tidak boleh berpuasa.
Sementara bagi yang menggunakan ijtihad dengan patokan rukyah atau hisab imkanur rukyah dengan kriteria ketinggian hilal 3 derajat. Serta bagi yang meyakini serta mengikuti pandangan bahwa Idulfitri jatuh hari Sabtu.
Maka pelaksanaan salat Idulfitri dilaksanakan pada Sabtu dan tidak boleh berpuasa di hari Sabtu tersebut. Sehingga, mereka pada hari Jumatnya 21 April 2023 masih wajib berpuasa.
"Beragama perlu dengan ilmu. Jika tidak, maka kita mengikuti orang yang berilmu," tuturnya.
Lebih lanjut, terhadap perbedaan tersebut, bagi yang menggunakan ijtihad dengan patokan wujudul hilal, kata Niam dan bagi yang meyakini serta mengikuti pandangan bahwa Idulfitri jatuh pada hari Jumat. Maka hari Jumat ia melaksanakan salat Idulfitri dan tidak boleh berpuasa.
Sementara bagi yang menggunakan ijtihad dengan patokan rukyah atau hisab imkanur rukyah dengan kriteria ketinggian hilal 3 derajat. Serta bagi yang meyakini serta mengikuti pandangan bahwa Idulfitri jatuh hari Sabtu.
Maka pelaksanaan salat Idulfitri dilaksanakan pada Sabtu dan tidak boleh berpuasa di hari Sabtu tersebut. Sehingga, mereka pada hari Jumatnya 21 April 2023 masih wajib berpuasa.
"Beragama perlu dengan ilmu. Jika tidak, maka kita mengikuti orang yang berilmu," tuturnya.
(maf)
Lihat Juga :