Pembelajaran Online Makin Darurat
Selasa, 21 Juli 2020 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Data Wahana Visi Indonesia yang menyebutkan bahwa ada 11% anak mengalami keresahan fisik saat pembelajaran online ini juga patut menjadi perhatian. Data itu mestinya menjadi bahan evaluasi berharga bahwa pendidikan online jangan sebatas berpijak pada proses transfer pengetahuan semata, namun juga perlu mempertimbangkan kesehatan anak didik.
Kompleksnya persoalan pendidikan di era pandemi ini perlu segera dicarikan solusi. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag) perlu bekerja cepat merumuskan model pembelajaran yang adaptif dengan kondisi Covid-19. Model ini mungkin tidak ideal, namun setidaknya akan menjadi panduan baru bagi guru, murid, orang tua, dan stakeholder lainnya guna menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi semua orang.
Kurikulum khusus pandemi sebagaimana yang direncanakan oleh pemerintah juga perlu segera diwujudkan. Pengalaman-pengalaman pahit yang dialami para orang tua maupun murid pada sepekan awal tahun ajaran baru ini jangan sampai terjadi berlarut-larut. Benar memang pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim tiga pekan lalu bahwa partisipasi orang tua sangat penting dalam kesuksesan PJJ ini. Namun, persoalannya tidak sesederhana itu. Nyatanya, tidak semua orang tua memiliki kesempatan dan kemampuan lagi untuk mendampingi anak-anaknya langsung saat PJJ. Untuk itu, pola PJJ yang atraktif dan menyenangkan adalah sebuah keharusan. Jika memang orang tua tak lagi memiliki kelonggaran waktu seperti saat awal-awal pandemi lalu, setidaknya anak-anak tetap bisa mandiri. PJJ juga hakikatnya pendidikan mahal. Tak salah kiranya, akses kuota murah khusus pendidikan perlu makin dipermudah.
Kompleksnya persoalan pendidikan di era pandemi ini perlu segera dicarikan solusi. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag) perlu bekerja cepat merumuskan model pembelajaran yang adaptif dengan kondisi Covid-19. Model ini mungkin tidak ideal, namun setidaknya akan menjadi panduan baru bagi guru, murid, orang tua, dan stakeholder lainnya guna menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi semua orang.
Kurikulum khusus pandemi sebagaimana yang direncanakan oleh pemerintah juga perlu segera diwujudkan. Pengalaman-pengalaman pahit yang dialami para orang tua maupun murid pada sepekan awal tahun ajaran baru ini jangan sampai terjadi berlarut-larut. Benar memang pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim tiga pekan lalu bahwa partisipasi orang tua sangat penting dalam kesuksesan PJJ ini. Namun, persoalannya tidak sesederhana itu. Nyatanya, tidak semua orang tua memiliki kesempatan dan kemampuan lagi untuk mendampingi anak-anaknya langsung saat PJJ. Untuk itu, pola PJJ yang atraktif dan menyenangkan adalah sebuah keharusan. Jika memang orang tua tak lagi memiliki kelonggaran waktu seperti saat awal-awal pandemi lalu, setidaknya anak-anak tetap bisa mandiri. PJJ juga hakikatnya pendidikan mahal. Tak salah kiranya, akses kuota murah khusus pendidikan perlu makin dipermudah.
(ras)