Jenazah Pratu Miftahul Arifin, Prajurit Gugur Ditembak KKB Belum Berhasil Dievakuasi
Selasa, 18 April 2023 - 15:16 WIB
loading...
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono saat konferensi pers di Lanud Yohanis Kapiau Timika, Papua Tengah, Selasa (18/4/2023). FOTO/Penerangan Kodam XVII Cenderawasih
A
A
A
JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengakui jenazah Pratu Miftahul Arifin belum bisa dievakuasi. Prajurit TNI ini gugur akibat diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Kelompok Separatis dan Teroris (KST) di Nduga, Papua Pegunungan.
"Saat ini kami konsentrasi yang meninggal, kemarin disampaikan jatuh di jurang dan ini kita usahakan evakuasi. Sampai saat ini belum berhasil karena cuaca," kata Panglima TNI saat konferensi pers di Lanud Yohanis Kapiau Timika, Papua Tengah, Selasa (18/4/2023). Ikut mendampingi Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Danjen Kopassus Mayjen Deddy Suryadi, dan jajaran TNI lainnya.
Laksamana Yudo menjelaskan, kejadian itu berawal dari 36 prajurit TNI melakukan patroli pencarian pilot Susi Air Kapten Philips Mark Merthens yang disandera oleh KKB. Di tengah jalan, pasukan diadang oleh KKB, sehingga terjadi kontak tembak. Dari 36 prajurit, ada satu yang meninggal atas nama Pratu Miftahul Arifin.
Baca juga: Panglima TNI: 4 Prajurit Luka Tembak Serangan KKB Berhasil Dievakuasi dan Selamat
Dalam pelaksanaan evakuasi prajurit gugur yang tertembak dan jatuh ke dalam jurang sedalam 15 meter, KKB terus melancarkan serangan. Hal itu membuat empat prajurit lain terkena luka tembak. Panglima TNI memastikan empat TNI yang luka tembak telah berhasil dievakuasi dan selamat.
"Saat ini kami konsentrasi yang meninggal, kemarin disampaikan jatuh di jurang dan ini kita usahakan evakuasi. Sampai saat ini belum berhasil karena cuaca," kata Panglima TNI saat konferensi pers di Lanud Yohanis Kapiau Timika, Papua Tengah, Selasa (18/4/2023). Ikut mendampingi Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Danjen Kopassus Mayjen Deddy Suryadi, dan jajaran TNI lainnya.
Laksamana Yudo menjelaskan, kejadian itu berawal dari 36 prajurit TNI melakukan patroli pencarian pilot Susi Air Kapten Philips Mark Merthens yang disandera oleh KKB. Di tengah jalan, pasukan diadang oleh KKB, sehingga terjadi kontak tembak. Dari 36 prajurit, ada satu yang meninggal atas nama Pratu Miftahul Arifin.
Baca juga: Panglima TNI: 4 Prajurit Luka Tembak Serangan KKB Berhasil Dievakuasi dan Selamat
Dalam pelaksanaan evakuasi prajurit gugur yang tertembak dan jatuh ke dalam jurang sedalam 15 meter, KKB terus melancarkan serangan. Hal itu membuat empat prajurit lain terkena luka tembak. Panglima TNI memastikan empat TNI yang luka tembak telah berhasil dievakuasi dan selamat.
Lihat Juga :