AM Hendropriyono Targetkan Aksara Nusantara Jadi Alat Komunikasi Resmi
Jum'at, 14 April 2023 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, AM Hendropriyono ingin menjadikan Aksara Nusantara sebagai alat komunikasi tertulis yang resmi dalam negara bangsa Indonesia yang relevan. Tentu juga dengan diperkaya oleh aksara-aksara daerah lainnya.
“Jawaban terhadap ketahanan kebudayaan masyarakat bangsa Indonesia, diawali dengan membuat setaranya aksara Nusantara dengan aksara latin. Ini merupakan kunci untuk menjawab tantangan hegemoni latin Barat karena Lingua Franca Inggris yang berada dalam status quo sejak abad ke-18,” lanjut AM Hendropriyono yang juga Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Menurut AM Hendropriyono, ada dua syarat agar Aksara Nusantara bisa menjadi alat komunikasi masyarakat Indonesia di era industri 5.0 saat ini. Pertama diberlakukan secara resmi oleh otoritas pusat, dan kedua, dirasakan kegunaannya untuk kebutuhan pribadi atau masyarakat di era serba internet dan berkecerdasan buatan.
“TWSK berjuang agar Aksara Nusantara dapat diresmikan oleh otoritas pusat, sehingga dapat meletakannya pada platform digital dan memperoleh domain internet seperti 43 negara lainnya di dunia,” tutur AM Hendropriyono yang juga Guru Besar Sekolah Tinggi Hukum Militer.
Untuk itu, TWSK melakukan beberapa strategi agar Aksara Nusantara mudah dipahami dan menjadi alat komunikasi resmi. Di antaranya digunakan dalam tulisan tentang bermacam-macam gerak, lagu dalam seni tari-menari, musik tradisional, dan musik modern Nusantara.
“Jawaban terhadap ketahanan kebudayaan masyarakat bangsa Indonesia, diawali dengan membuat setaranya aksara Nusantara dengan aksara latin. Ini merupakan kunci untuk menjawab tantangan hegemoni latin Barat karena Lingua Franca Inggris yang berada dalam status quo sejak abad ke-18,” lanjut AM Hendropriyono yang juga Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Menurut AM Hendropriyono, ada dua syarat agar Aksara Nusantara bisa menjadi alat komunikasi masyarakat Indonesia di era industri 5.0 saat ini. Pertama diberlakukan secara resmi oleh otoritas pusat, dan kedua, dirasakan kegunaannya untuk kebutuhan pribadi atau masyarakat di era serba internet dan berkecerdasan buatan.
“TWSK berjuang agar Aksara Nusantara dapat diresmikan oleh otoritas pusat, sehingga dapat meletakannya pada platform digital dan memperoleh domain internet seperti 43 negara lainnya di dunia,” tutur AM Hendropriyono yang juga Guru Besar Sekolah Tinggi Hukum Militer.
Untuk itu, TWSK melakukan beberapa strategi agar Aksara Nusantara mudah dipahami dan menjadi alat komunikasi resmi. Di antaranya digunakan dalam tulisan tentang bermacam-macam gerak, lagu dalam seni tari-menari, musik tradisional, dan musik modern Nusantara.
Lihat Juga :