Kiai Said Aqil: Belum Ada Lagi Kepala Negara Islam yang Bersikap Wasathiyah
Kamis, 13 April 2023 - 20:42 WIB
loading...
Pembina INF KH Said Aqil Siroj dalam Diskusi Strategis INF #3 Politik Bebas Aktif Indonesia Meneguhkan Komitmen Politik Bebas Aktif Indonesia yang disiarkan langsung akun Chanel NU, Kamis (13/4/2023). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Pembina Islam Nusantara Foundation (INF) KH Said Aqil Siroj menilai politik bebas-aktif merupakan kelanjutan dari cara berpikir wasathiyah. Sayangnya, saat ini tidak belum ada lagi pemimpin dunia Islam yang memiliki sikap tersebut, seperti di masa lalu.
"Politik bebas-aktif adalah kelanjutan dari cara pola berpikir wasatiyah, tawasuth. Tapi yang namanya tawasuth itu, membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Harus disertai kecerdasan di atas rata-rata, baru bisa betul-betul berpikir, bertindak, bersikap wasathiyah," kata KH Said dalam Diskusi Strategis INF #3 Politik Bebas Aktif Indonesia Meneguhkan Komitmen Politik Bebas Aktif Indonesia yang disiarkan langsung akun Channel NU, Kamis (13/4/2023).
Kiai Said menyebut tokoh-tokoh di masa lalu yang berpikir wasiyah. Di bidang agama, ada Imam Syafi'i dan Asy'ari. Bidang politik, Indonesia memiliki tokoh Soekarno, yang bisa masuk ke dalam kategori wasathiyah. Namun sekarang, hal itu belum kembali terlihat, setelah masa tokoh-tokoh itu.
Baca juga: Kiai Said Aqil Berharap Pemilu 2024 Lahirkan Pemimpin Wasathiyah
"Ilmu agama Imam Syafi'i, Asy'ari, itu wasathiyah. Kalau politik, harus seperti Bung Karno, Sayyidina Umar, harus seperti itu. baru bisa wasathiyah. Yang punya kepribadian, yang punya prinsip," ujarnya.
"Politik bebas-aktif adalah kelanjutan dari cara pola berpikir wasatiyah, tawasuth. Tapi yang namanya tawasuth itu, membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Harus disertai kecerdasan di atas rata-rata, baru bisa betul-betul berpikir, bertindak, bersikap wasathiyah," kata KH Said dalam Diskusi Strategis INF #3 Politik Bebas Aktif Indonesia Meneguhkan Komitmen Politik Bebas Aktif Indonesia yang disiarkan langsung akun Channel NU, Kamis (13/4/2023).
Kiai Said menyebut tokoh-tokoh di masa lalu yang berpikir wasiyah. Di bidang agama, ada Imam Syafi'i dan Asy'ari. Bidang politik, Indonesia memiliki tokoh Soekarno, yang bisa masuk ke dalam kategori wasathiyah. Namun sekarang, hal itu belum kembali terlihat, setelah masa tokoh-tokoh itu.
Baca juga: Kiai Said Aqil Berharap Pemilu 2024 Lahirkan Pemimpin Wasathiyah
"Ilmu agama Imam Syafi'i, Asy'ari, itu wasathiyah. Kalau politik, harus seperti Bung Karno, Sayyidina Umar, harus seperti itu. baru bisa wasathiyah. Yang punya kepribadian, yang punya prinsip," ujarnya.
Lihat Juga :